Trump Minta Netanyahu Serang Lebanon Secara Terarah

oleh -5 Dilihat
Trump Minta Netanyahu Serang Lebanon Secara Terarah

KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melakukan serangan yang lebih terarah ke Lebanon, bukan melancarkan perang secara penuh.

Permintaan ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan media Axios pada hari Rabu. Ia menekankan bahwa tindakan militer seharusnya bersifat presisi dan tidak sampai menghancurkan bangunan secara luas, yang menurutnya dapat merusak citra Israel.

Dalam pernyataannya melalui telepon, Trump mengungkapkan, “Saya memberi tahu Netanyahu bahwa ia harus melaksanakan perintah itu dengan lebih hati-hati, bukan menghancurkan bangunan-bangunan itu.” Ia juga menambahkan bahwa tindakan semacam itu “benar-benar mengerikan dan merusak citra Israel.”

Presiden AS itu turut menyatakan kekagumannya terhadap Lebanon dan kepemimpinannya, serta keyakinannya pada kemampuan negara tersebut untuk bangkit kembali. Ia juga menyalahkan Iran dan kelompok Hizbullah sebagai agennya yang telah “menghancurkan Lebanon.”

Situasi di perbatasan Israel dan Lebanon sendiri dilaporkan masih tegang. Tentara Israel dilaporkan terus menduduki wilayah Lebanon selatan dan menghancurkan rumah-rumah yang diduga digunakan oleh Hizbullah.

Di sisi lain, Hizbullah terus melancarkan serangan roket dan drone terhadap pasukan Israel yang berada di dalam Lebanon serta desa-desa di seberang perbatasan.

Seorang pejabat Amerika yang berbicara kepada Axios menyatakan bahwa Hizbullah bukanlah pihak yang mematuhi gencatan senjata dan justru berusaha menyabotasenya. Menurutnya, strategi Hizbullah adalah memprovokasi dan menyerang, kemudian menyalahkan Israel atas kegagalan negosiasi dan mendiskreditkan pemerintah Lebanon.

Pejabat tersebut juga menambahkan bahwa Israel tidak bisa diharapkan untuk menanggung beban serangan sendirian, menegaskan bahwa ini bukanlah pemerintahan Biden. Meskipun demikian, pejabat itu mengkonfirmasi bahwa pemerintahan Trump telah meminta Israel untuk menahan diri dan memberikan ruang bagi proses diplomatik baru dengan Lebanon.

Baca juga di sini: Penyebar Isu Penganiayaan Erin Terancam Pidana Penjara

Meskipun Amerika Serikat telah berupaya memediasi gencatan senjata di Lebanon, perjanjian tersebut dilaporkan belum sepenuhnya diterapkan. Para pejabat baik di Israel maupun Lebanon dilaporkan memiliki kekhawatiran akan runtuhnya perjanjian tersebut sebelum tenggat waktu pertengahan Mei.