17 Tahun Warga Blok Bojong Gelar Kurban Terpusat di Masjid

oleh -8 Dilihat
17 Tahun Warga Blok Bojong Gelar Kurban Terpusat di Masjid

KabarDermayu.com – Semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Blok Bojong, Desa Jatisawit Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, patut menjadi teladan. Selama 17 tahun berturut-turut, mereka secara konsisten menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban secara terpusat di Masjid Jami Baiturrahman.

Inisiatif ini bukan hanya sekadar tradisi tahunan, melainkan sebuah cerminan kuat dari nilai-nilai sosial dan religius yang dipegang teguh oleh warga setempat. Pelaksanaan kurban yang terpusat ini telah membuktikan efektivitasnya dalam mengelola dan mendistribusikan daging kurban kepada seluruh masyarakat yang berhak.

Tradisi unik ini telah dimulai sejak 17 tahun lalu dan terus dipertahankan hingga kini. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang warga Blok Bojong dalam menjaga kekompakan dan mengutamakan kepentingan bersama dalam setiap kegiatan keagamaan.

Masjid Jami Baiturrahman menjadi saksi bisu dari ribuan hewan kurban yang telah disembelih dan dibagikan selama hampir dua dekade. Keberadaan masjid sebagai pusat kegiatan ini memberikan nilai spiritual yang mendalam bagi seluruh prosesi.

Proses penyembelihan hewan kurban yang terpusat ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari panitia kurban yang dibentuk khusus, hingga para relawan yang dengan sukarela membantu segala keperluan, semuanya bekerja bahu-membahu.

Kegiatan ini dimulai sejak pagi hari, di mana para panitia dan relawan telah berkumpul di lingkungan masjid. Persiapan tempat, alat-alat sembelih, hingga pembagian tugas dilakukan dengan rapi dan terorganisir.

Hewan-hewan kurban yang telah diserahkan oleh para pekurban kemudian disembelih sesuai dengan syariat Islam. Proses ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan terhadap hewan.

Setelah proses penyembelihan selesai, daging kurban kemudian dipotong-potong dan dibagikan kepada warga. Pembagian ini dilakukan secara adil dan merata, memastikan setiap keluarga mendapatkan haknya.

Salah satu kunci keberhasilan tradisi ini adalah partisipasi aktif dari seluruh warga. Mereka tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga turut berkontribusi dalam berbagai bentuk, baik tenaga, materi, maupun dukungan moral.

Kepala Desa Jatisawit Lor, Bapak Saprudin, mengapresiasi setinggi-tingginya inisiatif dan konsistensi yang ditunjukkan oleh masyarakat Blok Bojong. Ia berharap tradisi baik ini dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain.

“Ini adalah contoh nyata dari semangat gotong royong dan kebersamaan yang luar biasa. Selama 17 tahun, mereka mampu menjaga tradisi ini, menunjukkan bahwa kekompakan warga Blok Bojong sangat kuat,” ujar Bapak Saprudin.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan penyembelihan hewan kurban terpusat ini tidak hanya memudahkan panitia, tetapi juga memastikan distribusi daging kurban berjalan lebih efisien dan tertata.

Tokoh agama setempat, KH. Abdul Hakim, juga menyampaikan pujian atas pelaksanaan kurban di Masjid Jami Baiturrahman. Menurutnya, kegiatan ini sangat sesuai dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan pentingnya berbagi dan kepedulian sosial.

“Berkurban adalah wujud ketaatan kita kepada Allah SWT, dan membagikan dagingnya kepada sesama adalah bentuk kepedulian yang diajarkan oleh Rasulullah. Apa yang dilakukan warga Blok Bojong ini adalah implementasi nyata dari ajaran tersebut,” tutur KH. Abdul Hakim.

Beliau juga menekankan bahwa penyembelihan yang terpusat di masjid memberikan nuansa ibadah yang lebih kental. Seluruh prosesi menjadi satu kesatuan ibadah yang dimulai dari niat hingga pembagian hasil.

Manfaat dari penyembelihan hewan kurban yang terpusat ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Pertama, efisiensi dalam pengelolaan. Panitia dapat fokus pada satu lokasi, sehingga meminimalkan potensi kendala.

Kedua, keadilan dalam distribusi. Dengan sistem yang terorganisir, setiap kepala keluarga berhak mendapatkan bagian daging kurban tanpa terkecuali. Pendataan dilakukan secara cermat untuk memastikan tidak ada yang terlewat.

Ketiga, penguatan tali silaturahmi. Proses persiapan, penyembelihan, hingga pembagian daging kurban menjadi ajang berkumpul dan berinteraksi bagi seluruh warga. Hal ini semakin mempererat hubungan antar tetangga.

Keempat, menjaga kebersihan lingkungan. Dengan satu titik lokasi penyembelihan, pengawasan dan pembersihan area menjadi lebih mudah dikelola oleh panitia.

Kelima, efektivitas biaya. Pengadaan alat dan perlengkapan dapat dilakukan secara kolektif, sehingga berpotensi mengurangi biaya individual.

Bapak Asep, salah satu warga yang aktif dalam kepanitiaan kurban, menceritakan pengalamannya selama bertahun-tahun mengikuti kegiatan ini. Baginya, momen Idul Adha di Blok Bojong selalu dinanti.

“Rasanya senang bisa ikut berkontribusi. Setiap tahun, kami berkumpul sejak subuh untuk mempersiapkan segalanya. Melihat senyum bahagia warga saat menerima daging kurban, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami para panitia,” ungkap Bapak Asep.

Ia juga menambahkan bahwa tradisi ini mengajarkan generasi muda tentang pentingnya nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Para pemuda di Blok Bojong selalu dilibatkan aktif dalam setiap tahapan kegiatan.

“Kami ingin anak-anak kami tumbuh dengan pemahaman yang kuat tentang arti berbagi dan saling membantu. Tradisi ini adalah sarana edukasi yang sangat baik bagi mereka,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Sosial juga seringkali menyoroti kegiatan-kegiatan kemasyarakatan seperti yang dilakukan oleh warga Blok Bojong. Bentuk inisiatif mandiri seperti ini dianggap sangat positif dan perlu diapresiasi.

Melalui kegiatan penyembelihan hewan kurban terpusat ini, masyarakat Blok Bojong tidak hanya menjalankan ibadah kurban, tetapi juga secara aktif membangun dan memperkuat tatanan sosial yang harmonis dan penuh kepedulian.

Konsistensi selama 17 tahun ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup subur di tengah masyarakat. Sebuah praktik baik yang patut menjadi inspirasi dan dicontoh oleh banyak pihak.

Baca juga: Jabar Kendalikan Geng Motor Remaja: Motor Dilarang Masuk Sekolah

Harapannya, tradisi mulia ini akan terus berlanjut dari tahun ke tahun, bahkan semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indramayu pada umumnya.