Arus Kendaraan di Tol Trans Jawa Meningkat 32% Saat Libur Idul Adha

oleh -5 Dilihat
Arus Kendaraan di Tol Trans Jawa Meningkat 32% Saat Libur Idul Adha

KabarDermayu.com – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melaporkan peningkatan signifikan volume kendaraan di sepanjang Tol Trans Jawa selama periode libur panjang Idul Adha 2026. Peningkatan tertinggi tercatat di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, dengan lonjakan arus kendaraan mencapai 32,08 persen jika dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa selama periode 26 hingga 29 Mei 2026, sebanyak 149.389 kendaraan melintasi GT Cikampek Utama menuju wilayah Timur Trans Jawa.

Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 32,08 persen jika dibandingkan dengan volume lalu lintas normal yang hanya mencapai 113.101 kendaraan.

Sebagai respons terhadap kepadatan lalu lintas yang terjadi, JTT melakukan rekayasa lalu lintas contraflow. Manuver ini diberlakukan mulai dari KM 55 hingga KM 65 arah Cikampek pada Sabtu, 30 Mei 2026, mulai pukul 09.43 WIB, berdasarkan diskresi kepolisian.

Sementara itu, arus kendaraan yang bergerak dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama juga menunjukkan peningkatan. Tercatat sebanyak 112.466 kendaraan melintas menuju ibu kota, yang berarti ada kenaikan sebesar 6,19 persen dari volume normal sebanyak 105.913 kendaraan.

Lonjakan volume kendaraan tidak hanya terjadi di ruas tol Jakarta-Cikampek. Sejumlah ruas tol lain yang dikelola oleh JTT Group di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur juga mengalami peningkatan arus kendaraan yang signifikan.

Di Jawa Tengah, volume kendaraan yang memasuki wilayah Semarang melalui GT Kalikangkung mencapai 75.076 kendaraan. Angka ini merupakan peningkatan sebesar 15,98 persen dibandingkan dengan kondisi normal yang tercatat sebanyak 64.732 kendaraan.

Sebaliknya, arus kendaraan yang meninggalkan Semarang menuju Jakarta melalui gerbang tol yang sama tercatat sebanyak 53.002 kendaraan. Angka ini mengalami penurunan sebesar 8,25 persen dari volume normal yang mencapai 57.767 kendaraan.

Peningkatan volume kendaraan yang lebih tinggi terjadi di GT Banyumanik. Selama masa libur panjang, tercatat 101.540 kendaraan bergerak menuju Solo. Kenaikan ini sebesar 17,51 persen jika dibandingkan dengan volume normal sebanyak 86.410 kendaraan.

Baca juga: Insentif Motor Listrik: Daerah Terpencil & Nikel Dapat Prioritas MTI

Adapun arus kendaraan yang menuju Jakarta melalui GT Banyumanik mencapai 76.882 kendaraan. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 14,75 persen dari kondisi normal sebanyak 67.000 kendaraan.

Di wilayah Jawa Timur, lalu lintas di GT Warugunung dilaporkan relatif stabil. Tercatat sebanyak 76.904 kendaraan bergerak menuju Surabaya, yang mengalami penurunan tipis sebesar 0,03 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 76.927 kendaraan.

Namun, arus kendaraan yang menuju Jakarta melalui GT Warugunung justru mengalami peningkatan sebesar 2,59 persen, menjadi 76.226 kendaraan dari volume normal sebanyak 74.305 kendaraan.

Sementara itu, di GT Kejapanan Utama, tercatat sebanyak 94.703 kendaraan bergerak menuju Malang. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 9,81 persen jika dibandingkan dengan kondisi normal sebanyak 86.239 kendaraan.

Arus kendaraan yang menuju Surabaya melalui gerbang tol tersebut juga mengalami peningkatan sebesar 3,33 persen, mencapai 94.175 kendaraan dari volume normal sebanyak 91.140 kendaraan.

Lonjakan kendaraan juga tercatat di GT Singosari. Sebanyak 55.486 kendaraan dilaporkan bergerak menuju Malang, yang berarti ada kenaikan sebesar 12,30 persen dibandingkan dengan kondisi normal sebanyak 49.407 kendaraan.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang bergerak menuju Surabaya mencapai 50.088 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 12,76 persen dari volume normal sebanyak 44.419 kendaraan.

Data yang dihimpun oleh JTT ini mengindikasikan tingginya tingkat mobilitas masyarakat selama libur panjang Idul Adha tahun ini. Peningkatan aktivitas terlihat jelas di jalur-jalur utama Tol Trans Jawa yang menjadi penghubung penting antara wilayah Jakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.