Pendekatan Polantas: Utamakan Hati, Bukan Tilang

oleh -7 Dilihat
Pendekatan Polantas: Utamakan Hati, Bukan Tilang

KabarDermayu.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menegaskan pergeseran paradigma dalam pendekatan petugas Polantas. Kini, penekanan tidak lagi pada penindakan tilang semata, melainkan lebih mengedepankan pendekatan humanis dan kemitraan untuk membangun kepercayaan publik.

Hal ini disampaikan Agus saat memberikan arahan kepada jajaran personel Korlantas Polri. Ia menekankan pentingnya menyentuh hati masyarakat dalam setiap interaksi, sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Agus mengutip pernyataan dari ketua komunitas ojek daring (ojol) yang merasakan perubahan positif. Pendekatan Polantas saat ini dinilai lebih mengutamakan pelayanan dengan hati, bukan lagi hanya mengandalkan tilang. Ia menegaskan bahwa kedekatan dengan masyarakat menjadi atensi utama dari Bapak Kapolri.

“Saya merasakan bahwa pendekatan Polantas saat ini bukan menggunakan tilang, tapi menggunakan hati. Ini yang bicara dari ketua ojol (ojek online) itu sendiri. Ini untuk bisa kita dengarkan dan jabarkan. Intinya bagaimana kita dekat dengan masyarakat dan ini menjadi atensi dari Bapak Kapolri,” ujar Agus.

Lebih lanjut, Agus meminta seluruh jajaran di setiap subsektor untuk merancang pola pelayanan yang lebih inovatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Inovasi ini diharapkan dapat menyentuh dan memberikan manfaat nyata.

Selain itu, setiap satuan diminta secara aktif membangun kemitraan strategis dengan berbagai elemen masyarakat. Tujuannya adalah untuk memperkuat budaya public trust building atau pembangunan kepercayaan publik terhadap institusi Polri, khususnya Korps Lalu Lintas.

Baca juga: Cisco Potong Ribuan Karyawan Demi Fokus pada Bisnis AI

Menurutnya, setiap program yang dijalankan oleh Korlantas harus terukur dampaknya dalam meningkatkan kepercayaan publik. Kemitraan yang terjalin harus dikelola secara baik agar tercipta budaya saling percaya.

“Pelayanan di masing-masing subsektor bentuknya seperti apa harus direncanakan. Kemitraan strategis apa yang harus dikelola, sehingga dari kegiatan itu kita bisa membangun budaya public trust building,” katanya.

Agus menegaskan bahwa seluruh kegiatan Polantas haruslah bermuara pada upaya edukasi masyarakat. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat semakin tertib dalam berlalu lintas. Diharapkan, peningkatan kesadaran masyarakat akan berdampak pada penurunan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

“Dari semua kegiatan, salah satunya bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat tertib berlalu lintas. Dari tertib berlalu lintas bagaimana kita bisa mengurangi pelanggaran, lalu mengurangi kecelakaan lalu lintas. Intinya di kamseltibcarlantas,” ungkapnya.

Penekanan pada kehadiran Polantas yang humanis tercermin dalam semangat “menyapa dengan hati dan melayani dengan aksi”. Hal ini juga mencakup menjadikan komunitas ojek daring sebagai mitra strategis dalam upaya mewujudkan keselamatan di jalan raya.