KabarDermayu.com – Presiden China, Xi Jinping, memberikan sambutan hangat kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Gerbang Timur Balai Besar Rakyat, Beijing. Acara penyambutan ini berlangsung pada Kamis, 14 Mei 2026, sekitar pukul 10 pagi waktu setempat.
Xi Jinping tampak telah menunggu di tangga Balai Besar Rakyat. Ia menyambut Donald Trump saat keluar dari mobil kepresidenan yang dikenal sebagai ‘The Beast’. Keduanya kemudian saling bersalaman.
Setelah itu, kedua pemimpin negara melakukan perkenalan delegasi masing-masing. Delegasi dari China meliputi Sekretaris Sekretariat Partai Komunis China Cai Qi, Menteri Luar Negeri Wang Yi, Menteri Pertahanan Dong Jun, Menteri Perdagangan Wang Wentao, serta Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) Zheng Shanjie, beserta pejabat terkait lainnya.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga dan Indo Sino Oil and Gas Kolaborasi Manfaatkan Gas untuk Operasional Kilang
Sementara itu, delegasi dari Amerika Serikat yang diperkenalkan antara lain Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Menteri Keuangan Scott Bessent. Turut hadir pula tokoh-tokoh penting dari sektor swasta seperti Elon Musk (CEO Tesla dan SpaceX), Ryan McInerney (CEO Visa), Jensen Huang (CEO NVIDIA), dan Tim Cook (CEO Visa).
Selanjutnya, kedua kepala negara melangkah menuju mimbar kehormatan. Kelompok musik militer kemudian memainkan lagu kebangsaan dari China dan Amerika Serikat.
Rangkaian upacara dilanjutkan dengan tembakan salvo sebanyak 21 kali di Lapangan Tiananmen. Presiden Xi dan Trump kemudian meninjau barisan kehormatan dari Tentara Pembebasan Rakyat dan menyaksikan parade militer.
Di ujung barisan pasukan, Xi dan Trump disambut oleh puluhan anak-anak yang membawa bunga dan bendera China serta Amerika Serikat. Mereka bersorak “Selamat datang” dalam bahasa Mandarin.
Usai upacara, kedua pemimpin sempat berbincang singkat di tangga bawah. Xi Jinping terlihat menunjukkan pemandangan Lapangan Tiananmen yang berada tepat di depan Gerbang Timur Balai Besar Rakyat.
Dalam konferensi pers rutin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa diplomasi di tingkat kepala negara memiliki peran strategis yang tak tergantikan dalam hubungan China-AS. Keduanya kemudian memasuki Balai Besar Rakyat untuk memulai pembicaraan bilateral.
“Kami menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Trump ke China. Selama kunjungan tersebut, kedua kepala negara akan melakukan pertukaran pandangan mendalam mengenai isu-isu utama yang menyangkut hubungan China-AS, serta perdamaian dan pembangunan dunia,” ujar Guo Jiakun pada Rabu, 13 Mei.
Guo Jiakun menambahkan bahwa China siap bekerja sama dengan Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk memperluas kerja sama, mengelola perbedaan dengan semangat kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak stabilitas dan kepastian bagi dunia yang terus berubah dan bergejolak.





