Pertamina Patra Niaga dan Indo Sino Oil and Gas Kolaborasi Manfaatkan Gas untuk Operasional Kilang

oleh -6 Dilihat
Pertamina Patra Niaga dan Indo Sino Oil and Gas Kolaborasi Manfaatkan Gas untuk Operasional Kilang

KabarDermayu.com – Pertamina Patra Niaga dan Indo Sino Oil and Gas (ISOG) telah menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG). Perjanjian ini mencakup pemanfaatan gas bumi dari Lapangan Karamba di Wilayah Kerja (WK) Wain.

Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk memperkuat keandalan operasional kilang milik Pertamina. Dengan pemenuhan kebutuhan gas bumi yang terjamin, proses pengolahan energi di kilang diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Gas bumi yang disalurkan berasal dari Lapangan Karamba WK Wain dan akan berlangsung hingga tahun 2037. Rencana penyaluran gas ini dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 28 Mei 2026.

Penandatanganan PJBG ini secara spesifik akan mendukung operasional Refinery Unit V Balikpapan. Kilang yang berlokasi di Kalimantan Timur ini merupakan salah satu aset strategis Pertamina, termasuk dalam mendukung proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Direktur Niaga Pertamina Patra Niaga, Erwin Suryadi, menekankan pentingnya sinergi antara sektor hulu dan hilir di industri migas. Menurutnya, kerja sama ini menjadi bukti konkret dalam memperkuat rantai pasok energi nasional.

Baca juga: Wapres Gibran Bagikan Trik Public Speaking dan Debat untuk Siswa SMAN 1 Pontianak

“Dukungan pasokan gas bumi menjadi salah satu faktor krusial dalam menjaga keandalan operasional kilang,” ujar Erwin. Dengan pasokan yang andal, kilang dapat menghasilkan produk energi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Erwin menambahkan bahwa momentum ini sangat berharga karena membuktikan bahwa kolaborasi antara hulu dan hilir adalah suatu keniscayaan yang harus dibangun bersama. Ketersediaan gas yang andal sangat dibutuhkan, terutama untuk menghasilkan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) rendah sulfur (low sulfur).

“Melalui kerja sama ini, kami berharap kilang-kilang Pertamina semakin kuat dan mampu menghasilkan produk energi yang lebih berkualitas bagi masyarakat,” ungkap Erwin seperti dikutip dari keterangan resminya pada Kamis, 14 Mei 2026.

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Desti Melani, turut memberikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Menurutnya, sinergi antara pelaku usaha di sektor hulu migas dan Pertamina Patra Niaga sebagai pihak penyerap hasil produksi gas sangatlah penting.

Sinergi ini dinilai dapat mendukung optimalisasi produksi gas nasional. Desti berharap Pertamina Patra Niaga dapat menyerap hasil produksi gas secara optimal, termasuk dari WK Wain.

Penyerapan optimal ini diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian target lifting dan penerimaan negara pada tahun 2026. Desti juga mendoakan agar seluruh proses operasional dan upaya yang dijalankan bersama operator, yaitu Indo Sino Oil and Gas, dapat berjalan lancar dan terealisasi dengan baik.

Perjanjian Jual Beli Gas Bumi ini ditandatangani oleh Erwin Suryadi selaku Direktur Niaga Pertamina Patra Niaga dan Tang Zhongfu selaku Direktur dan General Manager ISOG. Acara penandatanganan disaksikan oleh beberapa pejabat penting.

Turut hadir dalam penandatanganan tersebut adalah Desti Melani dari SKK Migas, Kepala Divisi Komersialisasi Minyak dan Gas Bumi SKK Migas Ufo Budiarius Anwar, dan Kepala Departemen Komersialisasi Gas Bumi SKK Migas Selvi. Selain itu, hadir pula Buddy Beer selaku President and General Manager Pandawa Prima Lestari, yang merupakan mitra ISOG.

Selain pemanfaatan gas dari Lapangan Karamba, Pertamina Patra Niaga dan Indo Sino Oil and Gas juga menjajaki potensi kerja sama lanjutan. Kerja sama ini akan mencakup pemanfaatan potensi gas dari Lapangan Mentawir.

Potensi gas dari Lapangan Mentawir tersebut rencananya akan dialokasikan untuk kebutuhan Refinery Unit V Balikpapan dan RDMP Balikpapan. Langkah ini menegaskan komitmen Pertamina Patra Niaga.

Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. Hal ini diwujudkan melalui pengelolaan pasokan energi yang terintegrasi dan berkelanjutan.