Impor Bawang Putih Tembus 229,76 Ribu Ton, 98 Persen dari China

oleh -19 Dilihat
Impor Bawang Putih Tembus 229,76 Ribu Ton, 98 Persen dari China

KabarDermayu.com – Ketergantungan Indonesia terhadap pasokan bawang putih dari luar negeri masih berada pada level yang sangat tinggi. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa sepanjang semester I-2026, Indonesia telah mengImpor Bawang Putih sebanyak 229,76 ribu ton, di mana mayoritas pasokan tersebut didominasi oleh China.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, merinci bahwa China menyumbang 98 persen dari total volume impor tersebut. Sementara itu, sisa kebutuhan impor dipenuhi oleh pasokan dari India. Angka kumulatif impor pada paruh pertama tahun 2026 ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, yang tercatat sebesar 178,89 ribu ton.

Konteks Tambahan: Bawang putih merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang sering kali menjadi penyumbang volatilitas harga di pasar domestik. Pemerintah Indonesia secara berkala melakukan impor untuk menyeimbangkan pasokan di tengah produksi lokal yang belum mampu mencukupi kebutuhan konsumsi nasional yang besar.

Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan

Amalia menegaskan bahwa dengan besarnya volume impor yang masuk, ketersediaan stok bawang putih di dalam negeri saat ini berada dalam kondisi yang memadai. Menurutnya, kelancaran arus barang dari negara asal telah membantu menekan laju harga di tingkat konsumen.

“Secara pasokan harusnya memadai. Angka impor bawang putih secara kumulatif juga sudah relatif banyak, sehingga PR (pekerjaan rumah) terkait pengendalian harga sudah jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya,” ungkap Amalia.

Meskipun tren harga bawang putih secara nasional mulai menunjukkan penurunan, BPS mencatat bahwa harga di tingkat konsumen masih berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 38.000 per kilogram. Saat ini, harga rata-rata nasional masih bertengger di angka Rp 39.924 per kilogram.

Persebaran Kenaikan Harga

Upaya pengendalian inflasi melalui distribusi pasokan tampaknya mulai membuahkan hasil. Indikator kenaikan Indeks Perubahan Harga (IPH) bawang putih menunjukkan tren positif. Jika sebelumnya terdapat 248 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga, kini jumlahnya menyusut drastis menjadi hanya 50 daerah saja.

Beberapa wilayah yang masih menjadi perhatian pemerintah karena harga jualnya yang cukup tinggi antara lain:

  • Kabupaten Tanah Datar dengan harga Rp 40.000 per kg.
  • Kabupaten Kapuas Hulu dengan harga Rp 50.000 per kg.
  • Kabupaten Manokwari Selatan dengan harga mencapai Rp 63.750 per kg.

Pemerintah terus memantau wilayah-wilayah tersebut untuk memastikan disparitas harga tidak semakin melebar. Dengan pasokan impor yang terus mengalir, diharapkan stabilitas harga bawang putih di seluruh pelosok tanah air dapat lebih terjaga hingga akhir tahun 2026.