KabarDermayu.com – Bursa Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. Namun, indeks acuan Korea Selatan berhasil mencapai rekor tertinggi baru di awal sesi. Optimisme pasar global terangkat oleh keberhasilan Amerika Serikat dalam mengawal kapal komersial melewati Selat Hormuz melalui ‘Project Freedom’.
Operasi pengawalan kapal komersial oleh pasukan militer AS di bawah mandat ‘Project Freedom’ telah dimulai sejak Senin, 4 Mei 2026. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa jalur perairan strategis tersebut kini terbukti aman. Keamanan ini ditegaskan oleh keberhasilan militer AS dalam mengantarkan dua kapal komersial melewati Selat Hormuz tanpa insiden.
“Dua kapal komersial AS bersama dengan kapal perusak Amerika telah berhasil melewati selat tersebut dengan aman,” ujar Hegseth seperti dikutip dari CNBC Internasional pada Rabu, 6 Mei 2026.
Meskipun demikian, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa upaya pengawalan kapal keluar dari Selat Hormuz oleh AS dihentikan sementara. Langkah ini dipandang sebagai sinyal positif yang menunjukkan bahwa upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis di Timur Tengah berjalan sesuai rencana.
Dalam unggahan di akun Truth Social miliknya, Trump menyampaikan kesepakatan untuk menghentikan sementara ‘Project Freedom’. Keputusan ini diambil untuk memberikan kesempatan bagi penyelesaian dan penandatanganan perjanjian yang diharapkan.
“Kami telah sepakat bersama bahwa, meskipun Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya. Proyek Kebebasan akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat guna melihat apakah Perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani,” kata Trump.
Operasi pengawalan kapal komersial oleh AS ini juga memberikan tekanan pada harga minyak dunia. Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni dilaporkan turun 1,96 persen menjadi US$100,27 per barel pada pukul 20:03 ET. Sementara itu, berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli merosot 1,27 persen menjadi US$108,48 per barel.
Di sisi lain, indeks Kospi Korea Selatan melonjak signifikan, mencapai 4,50 persen dan mencatatkan rekor tertinggi baru. Penguatan ini melanjutkan tren positif sepanjang tahun 2026, di mana indeks Kospi telah menguat lebih dari 70 persen. Penguatan ini terjadi seiring pasar kembali berdagang setelah libur.
Saham-saham unggulan di Korea Selatan turut mencatat kenaikan. Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing mencapai rekor tertinggi baru, dengan kenaikan lebih dari 8 persen dan 9 persen pada perdagangan awal. Namun, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham berkapitalisasi kecil justru melemah tipis 0,15 persen.
Indeks S&P/ASX 200 Australia menunjukkan kinerja positif dengan lonjakan 0,58 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong berjangka mengalami sedikit penurunan, tercatat di level 25.860 dari posisi sebelumnya di area 25.898,61.
Pasar saham Jepang sendiri ditutup pada hari libur.
Di Wall Street, ketiga indeks acuan utama menunjukkan kinerja positif. Indeks S&P 500 melonjak 0,81 persen, mencapai rekor tertinggi baru dan ditutup pada angka 7.259,22.
Baca juga: Trump Mendadak Hentikan 'Project Freedom', Tanda Perdamaian atau Ancaman Baru untuk Iran?
Nasdaq Composite juga berhasil mencatatkan rekor tertinggi baru setelah menguat 1,03 persen ke level 25.326,13. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat signifikan sebesar 356,35 poin atau 0,73 persen, ditutup pada angka 49.298,25.





