IHSG Awal Perdagangan Naik dengan Potensi Koreksi, Pasar Asia Bervariasi, Wall Street Menguat

oleh -5 Dilihat
IHSG Awal Perdagangan Naik dengan Potensi Koreksi, Pasar Asia Bervariasi, Wall Street Menguat

KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. IHSG tercatat naik 41 poin atau 0,60 persen, berada di level 6.946 pada awal sesi perdagangan.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi bahwa IHSG berpotensi mengalami pemulihan teknikal dalam jangka pendek. Ia memperkirakan IHSG dapat mencapai level 6.950.

Namun, Fanny juga mengingatkan bahwa penguatan ini bersifat sementara. Ia menyarankan investor untuk memanfaatkan momentum jual pada harga tinggi karena IHSG masih rentan terhadap koreksi lebih lanjut.

Menurut Fanny, level support untuk IHSG berada di kisaran 6.650 hingga 6.850. Sementara itu, level resistance berada di rentang 6.950 hingga 7.050.

Baca juga: Pemprov DKI Imbau Warga Hindari Plastik untuk Daging Kurban

Pergerakan IHSG ini terjadi di tengah dinamika pasar global. Bursa Asia pada perdagangan Senin kemarin menunjukkan variasi pergerakan. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,47 persen, dan ASX 200 Australia terkoreksi 0,49 persen.

Di sisi lain, beberapa bursa Asia lainnya mencatatkan penguatan. Hang Seng Hong Kong naik 0,05 persen, CSI 300 China melonjak 1,64 persen, Taiex Taiwan menguat 0,45 persen, dan Kospi Korea Selatan melonjak signifikan sebesar 4,32 persen.

FTSE Straits Times juga bertambah positif sebesar 0,42 persen, namun FTSE Malay KLCI sedikit berkurang 0,16 persen.

Mayoritas penguatan di pasar Asia-Pasifik terjadi di tengah kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen investor tetap berhati-hati setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru dari Iran yang bertujuan mengakhiri konflik.

Iran sebelumnya mengajukan proposal baru kepada negosiator AS yang berfokus pada penyelesaian konflik di Timur Tengah. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa tawaran balasan tersebut mencakup pengakhiran perang secara menyeluruh dan pencabutan sanksi terhadap Teheran.

Sementara itu, bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup dengan penguatan tipis pada perdagangan Senin. Optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama. Namun, kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak dan mandeknya negosiasi damai antara AS dan Iran tetap membayangi pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat naik 0,19 persen. Indeks S&P 500 juga menguat, sementara Nasdaq Composite bertambah 0,10 persen.

Dalam perkembangan lain, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan ini. Pertemuan tersebut akan membahas berbagai isu strategis, termasuk perang Iran, perdagangan, senjata nuklir, Taiwan, AI, serta potensi perpanjangan kesepakatan mineral tanah jarang.