KabarDermayu.com – Sebuah insiden mengerikan terjadi di kota Modena, Italia utara, pada hari Sabtu ketika seorang pria menabrakkan mobilnya ke arah kerumunan orang.
Akibat kejadian tersebut, setidaknya delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka, dengan empat di antaranya dalam kondisi serius. Polisi mengkonfirmasi kejadian ini pada hari Minggu.
Pengemudi mobil tersebut dilaporkan mencoba melarikan diri setelah kendaraannya menabrak jendela sebuah toko. Namun, beberapa pejalan kaki berhasil menghentikan pelaku.
Baca juga: Mata Uang Teraman untuk Investasi Jaga Kekayaan di 2026
Dalam upayanya melarikan diri, salah satu pejalan kaki yang mencoba menghentikan pelaku diserang menggunakan pisau dan mengalami luka ringan. Pelaku kemudian berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.
Wali Kota Modena, Massimo Mezzetti, menjelaskan bahwa pelaku terlihat memegang pisau di tangannya, namun tidak berhasil melukai siapapun dengan senjata tersebut. “Sepertinya dia mencoba memukul seseorang,” ujar wali kota.
Setelah ditangkap, pengemudi tersebut langsung dibawa ke markas polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Wali Kota Mezzetti menekankan keseriusan tindakan tersebut, “Apa pun motifnya, ini adalah tindakan yang sangat serius. Jika itu adalah serangan, itu akan jauh lebih serius.”
Pihak berwenang kemudian mengidentifikasi pelaku sebagai seorang pria Italia berusia 31 tahun. Pria tersebut diketahui lahir di Bergamo dan tinggal di wilayah provinsi Modena.
Prefek kota, Fabrizia Triolo, dalam sebuah konferensi pers mengungkapkan bahwa pelaku sebelumnya telah mendapatkan perawatan di pusat kesehatan mental karena gangguan skizoid. Namun, jejaknya hilang setelah periode pengamatan awal di fasilitas perawatan tersebut.
Dari hasil penyelidikan awal, pihak berwenang tidak menemukan indikasi bahwa pengemudi berada di bawah pengaruh narkoba atau alkohol saat kejadian. Rumah pelaku juga telah digeledah sebagai bagian dari proses investigasi.
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, turut menanggapi insiden ini dengan menyebutnya sebagai “sangat serius” melalui unggahan di media sosial. Ia menyatakan keyakinannya bahwa pelaku akan dimintai pertanggungjawaban penuh atas perbuatannya.





