Starbucks PHK 300 Karyawan, Beberapa Kantor Tutup

oleh -9 Dilihat
Starbucks PHK 300 Karyawan, Beberapa Kantor Tutup

KabarDermayu.com – Starbucks kembali melakukan aksi efisiensi dengan memutus hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan korporatnya di Amerika Serikat. Langkah ini juga dibarengi dengan penutupan beberapa kantor pendukung regional sebagai bagian dari strategi restrukturisasi bisnis.

Perusahaan kopi multinasional ini mengumumkan akan memangkas sekitar 300 posisi di Amerika Serikat. Penting untuk dicatat, PHK ini tidak akan menyentuh para pekerja di gerai atau barista.

Selain itu, Starbucks juga tengah meninjau ulang tenaga kerja korporatnya di kancah internasional. Tindakan ini merupakan implementasi dari strategi transformasi bisnis yang digagas oleh CEO Starbucks, Brian Niccol.

“Kami mengambil langkah lebih lanjut dalam strategi Back to Starbucks, membangun momentum bisnis yang kuat dan bekerja untuk mengembalikan perusahaan pada pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan,” ujar juru bicara Starbucks seperti dikutip dari CNBC, Minggu, 17 Mei 2026.

“Para pemimpin telah meninjau secara mendalam fungsi masing-masing untuk mempertajam fokus, memprioritaskan pekerjaan, mengurangi kompleksitas, dan menekan biaya,” tambah pernyataan tersebut.

Perusahaan memperkirakan biaya restrukturisasi ini akan mencapai US$400 juta, atau sekitar Rp6,8 triliun jika dikonversi dengan kurs Rp17.000 per dolar AS. Rinciannya, sekitar US$280 juta (Rp4,76 triliun) akan dicatat sebagai beban non-tunai terkait penurunan nilai aset jangka panjang. Sementara itu, US$120 juta (Rp2,04 triliun) merupakan biaya tunai yang timbul akibat PHK.

PHK kali ini menandai gelombang ketiga sejak Brian Niccol mengambil alih kepemimpinan Starbucks. Sebelumnya, pada Februari 2025, perusahaan telah mengumumkan pengurangan 1.100 pekerjaan dan menahan pengisian ratusan posisi yang kosong.

Tujuh bulan berselang, Starbucks kembali memangkas sekitar 900 pekerja nonritel. Langkah ini merupakan bagian dari rencana restrukturisasi senilai US$1 miliar, atau setara dengan Rp17 triliun.

Berdasarkan data regulator per September 2025, Starbucks mempekerjakan sekitar 9.000 karyawan nonritel di Amerika Serikat. Di luar itu, terdapat pula 5.000 pegawai internasional yang bertugas di fungsi operasional dukungan regional.

Di tengah upaya efisiensi ini, Starbucks mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan kinerja bisnis di pasar Amerika Serikat. Sebelumnya, perusahaan memang menghadapi tantangan akibat persaingan yang semakin ketat serta konsumen yang cenderung lebih berhati-hati dalam pengeluaran.

Selama masa kepemimpinan Niccol, Starbucks telah mengimplementasikan berbagai perubahan. Ini meliputi perbaikan operasional gerai, peluncuran menu-menu baru, pengembalian area tempat duduk yang nyaman di gerai, serta penambahan jumlah staf di kedai kopi.

Pada kuartal terbaru, Starbucks melaporkan peningkatan penjualan gerai sejenis di Amerika Serikat sebesar 7,1 persen. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan transaksi yang mencapai 4,3 persen.

Baca juga: Awasi Dana Haji dan Pelayanan Jemaah di Saudi

“Kuartal ini menjadi tonggak penting bagi Starbucks, dan titik balik dalam transformasi kami,” ujar Brian Niccol dalam sebuah video yang dirilis bersamaan dengan laporan kuartal kedua fiskal perusahaan pada bulan April lalu.