Prabowo soal Kinerja Kapolri: Jika Pemain Kunci Baik, Kontrak Diperpanjang

oleh -6 Dilihat
Prabowo soal Kinerja Kapolri: Jika Pemain Kunci Baik, Kontrak Diperpanjang

KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto mengisyaratkan akan memberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Pemberian penghargaan ini didasarkan pada penilaian kinerja mereka yang dinilai baik.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pada acara panen raya jagung serentak dan peresmian peletakan batu pertama pembangunan 10 gedung ketahanan pangan Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Acara tersebut dipantau secara daring dari Jakarta, pada Sabtu lalu.

“Saya lihat Polri ini berprestasi. Kapolri belum pernah menerima Bintang Mahaputera, belum ya? Nanti Presiden Prabowo yang kasih bintang,” ujar Prabowo, disambut tepuk tangan.

Beliau juga menambahkan, “Panglima ini juga belum terima juga kau? Presiden Prabowo memberi.”

Mendengar pernyataan tersebut, Kapolri dan Panglima TNI lantas berdiri dan memberikan hormat kepada Presiden Prabowo sebagai tanda penghargaan.

Presiden menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan prestasi yang telah ditunjukkan dalam organisasi masing-masing.

Menurut Prabowo, sebuah organisasi yang berjalan dengan baik merupakan cerminan dari kepemimpinan yang efektif. Ia melihat Polri telah menunjukkan berbagai capaian positif.

Salah satu yang disorot adalah dukungan Polri terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, keterlibatan Polri dalam acara panen raya jagung yang telah beberapa kali dihadiri Prabowo juga menjadi nilai tambah.

Prabowo juga menyinggung berbagai inovasi yang ditampilkan oleh Polri dalam berbagai kegiatan. Inisiatif-inisiatif tersebut membuat beliau merasa gembira dan mengapresiasi.

“Saya lihat Pak Listyo ini berhasil, ya gimana? Aku mau ngomong apa? Iya kan? MBG aku lihat hebat, paling bersih, tertib. Ini bukan saya soal muji-muji loh, aku pelit juga tuh kalau kasih penghargaan, tapi saya ingin objektif,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan dalam sebuah organisasi memiliki dampak langsung terhadap keberhasilan atau kegagalan program. Pemimpin yang sukses patut mendapatkan apresiasi.

Sebaliknya, bagi pemimpin yang tidak berhasil, evaluasi menjadi langkah yang perlu ditempuh. Hal ini menunjukkan prinsip akuntabilitas dalam kepemimpinan.

“Saya melihat peran Polri luar biasa dan di sini saya kira adalah karena leadership, kepemimpinan. Kalau bagus ya kita harus akui bagus. Kalau baik, kita akui baik, dan dalam organisasi kalau organisasinya baik berarti pemimpinnya baik, iya kan?” jelas Presiden.

Prabowo kemudian memberikan analogi dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Amran sebelumnya diberi target swasembada pangan dalam empat tahun, namun berhasil mencapainya dalam waktu satu tahun. Atas pencapaian ini, Amran dianugerahi Bintang Jasa Utama.

Beliau melanjutkan, “Kalau tim kesebelasan sepak bola, kalau menang ya manajernya baik, pelatihnya baik, kapten kesebelasannya baik, kontrak diperpanjang bener kan? Kalau nggak beres, copot. Sederhana, ini namanya hidup.”

Baca juga: Elina Svitolina Juara Italian Open, Lampaui Catatan Serena Williams

Prabowo menegaskan pentingnya konsistensi dalam kinerja. “Jadi, jangan kau ingin jadi kapten kesebelasan sepak bola, kalah, kalah, kalah, ingin diperpanjang terus, ya enggak,” pungkasnya, mengakhiri pidatonya dengan gaya yang lugas dan mudah dipahami.