Prabowo Berupaya Menenangkan Publik Terkait Pelemahan Rupiah

oleh -7 Dilihat
Prabowo Berupaya Menenangkan Publik Terkait Pelemahan Rupiah

KabarDermayu.com – Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menafsirkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar sebagai upaya menenangkan publik. Pernyataan ini disampaikan untuk meredakan kekhawatiran masyarakat terkait pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.

Misbakhun menjelaskan bahwa Presiden ingin memastikan masyarakat, khususnya di pedesaan, tidak perlu panik. Hal ini karena mereka tidak memiliki keterkaitan langsung dengan transaksi yang menggunakan mata uang asing tersebut.

Menurutnya, pihak yang terdampak langsung oleh pelemahan Rupiah adalah mereka yang melakukan transaksi impor atau masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi yang sering bepergian ke luar negeri.

Politisi Partai Golkar ini mengakui bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah hingga menembus angka Rp17.600 per dolar AS memang menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, termasuk para wakil rakyat di parlemen. Kekhawatiran ini muncul karena level psikologis Rp17.000 pernah terjadi pada periode pemerintahan sebelumnya dan berujung pada krisis moneter tahun 1998.

Baca juga: PHK Mengancam RI Akibat Ketegangan Geopolitik Dunia

Namun, Misbakhun menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan periode krisis moneter tersebut. Ia berpendapat bahwa Bank Indonesia (BI) harus terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar.

Meskipun situasi ekonomi saat ini berbeda dengan tahun 1998, dan fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat, BI perlu mengambil langkah-langkah konkret. Jika pelemahan Rupiah terus berlanjut, hal ini dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan BI dalam menjaga kestabilan nilai tukar.

Lebih lanjut, Misbakhun melihat pernyataan Presiden Prabowo sebagai sinyal penting bagi Bank Indonesia. Pernyataan tersebut diharapkan mendorong BI untuk segera melakukan upaya stabilisasi dan mengambil langkah-langkah nyata guna mengembalikan penguatan nilai tukar Rupiah.

Ia menambahkan bahwa Gubernur Bank Indonesia sendiri telah mengakui bahwa Rupiah mengalami *undervalued*. Dengan adanya pernyataan dari Presiden yang menegaskan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia, BI diharapkan segera bertindak.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meyakinkan publik bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh meskipun nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan atau *undervalued* dalam beberapa pekan terakhir.

Presiden Prabowo menyampaikan keyakinannya dalam sebuah acara di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Beliau mengajak masyarakat untuk percaya pada kekuatan ekonomi dan rakyat Indonesia, serta menegaskan bahwa para pemimpin harus bekerja demi kepentingan rakyat.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga berusaha meredakan kekhawatiran masyarakat terkait pelemahan Rupiah yang pada Jumat, 15 Mei 2026, tercatat di level Rp17.600 per dolar AS. Beliau menyampaikan hal ini di hadapan sejumlah pejabat negara dan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Presiden Prabowo bahkan sempat melontarkan candaan terkait penguatan dolar dan pelemahan Rupiah. Ia menyebut nama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konteks tersebut.

Beliau berujar bahwa selama Purbaya bisa tersenyum, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai nilai tukar dolar. “Mau dolar berapa ribu pun, kalian di desa tidak pakai dolar. Yang pusing itu yang suka ke luar negeri,” ucap Prabowo, yang disambut tawa hadirin.