KabarDermayu.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan capaian program panen raya jagung yang dilaksanakan oleh Polri. Paparan ini disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan hal tersebut di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Acara ini berlangsung dalam rangkaian kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II, groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Sigit mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung di lahan seluas 661.112 hektar. Hasil panen dari luas lahan tersebut mencapai angka yang signifikan, yaitu sebanyak 3,9 juta ton.
Menurut Sigit, capaian ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi jagung nasional pada tahun 2025. Peningkatan tersebut tercatat sebesar 6,74 persen, atau setara dengan 1,8 juta ton.
Lebih lanjut, Sigit menjelaskan bahwa untuk mencapai target-target selanjutnya, terdapat potensi lahan yang luas pada tahun 2026. Potensi lahan ini diperkirakan mencapai 1,37 juta hektar, yang tersebar di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.
Sigit merinci lebih lanjut mengenai pelaksanaan panen raya. Ia menyebutkan bahwa pada tanggal 8 Januari 2026, telah dilaksanakan Panen Raya Kuartal I. Kegiatan ini mencakup lahan seluas 91 ribu hektar dengan hasil panen yang berhasil dikumpulkan sebanyak 884.129 ton.
Kemudian, pada acara yang sama di Tuban, Sigit menyatakan bahwa akan dilaksanakan panen raya jagung serentak Kuartal II. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Presiden dan mencakup lahan seluas 189.760 hektar. Potensi hasil panen dari luas lahan tersebut diperkirakan mencapai 1,23 juta ton.
Dalam kesempatan tersebut, Sigit juga menyampaikan bahwa sebanyak 100 ton jagung hasil panen akan diekspor ke Malaysia. Ekspor ini akan dilakukan melalui perbatasan Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Ia menjelaskan mekanisme pembelian dan penjualan, di mana koperasi membeli jagung dari petani seharga Rp6.500 per kilogram dan menjualnya ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram. Dengan demikian, diperoleh margin keuntungan sebesar Rp500 per kilogram.
Secara khusus, di Kabupaten Tuban, Sigit memaparkan bahwa panen raya akan dilakukan di lahan seluas 101,5 hektar. Lahan ini merupakan bagian dari program Perhutanan Sosial dan berasal dari empat kelompok tani hutan (Gapoktan), yaitu KTH Wono Lestari, LMDH Jenggolo Manik, LMDH Wono Mulyo, serta lahan dari PT Semen Indonesia.
Baca juga: John Herdman Beri Kabar Tak Baik pada Pemain Indonesia
Dari luas lahan tersebut di Tuban, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton. Seluruh hasil panen ini rencananya akan disalurkan ke Bulog. Tujuannya adalah untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah dan menjaga stabilitas pasokan jagung di dalam negeri.





