Tanggapan Purbaya Soal Fiskal RI, The Economist Muji Kita!

oleh -12 Dilihat
Tanggapan Purbaya Soal Fiskal RI, The Economist Muji Kita!

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi ulasan dari majalah The Economist mengenai pengelolaan fiskal di Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Purbaya, The Economist seharusnya memberikan apresiasi kepada Indonesia. Ia berpendapat bahwa pemerintah telah berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Purbaya menyoroti keberhasilan pengelolaan utang pemerintah yang tercatat masih berada di kisaran 40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini dianggap sangat baik jika dibandingkan dengan banyak negara Eropa yang tingkat utangnya bahkan mendekati 100 persen dari PDB.

Baca juga: Menjelang Pembacaan Tuntutan, Noel Ebenezer Mengeluh Sakit Gigi Seperti Dipukuli Tahanan

“Mereka suruh lihat deh kebijakan negara-negara Eropa, berapa defisitnya, berapa utangnya. Itu semuanya mendekati 100 persen lho dari PDB,” ujar Purbaya.

Ia melanjutkan, “Tapi kita masih 40 persen dari PDB. Jadi kita masih bagus, harusnya The Economist muji kita.”

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa defisit fiskal Indonesia saat ini masih berada di bawah ambang batas aman, yaitu di bawah 3 persen dari PDB. Hal ini menjadi indikator bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih stabil dan tidak menghadapi masalah serius.

“Jadi enggak ada masalah. Sekarang pun kita hitung defisitnya berapa,” tegas Purbaya.

Pemerintah, menurut Purbaya, telah melakukan perhitungan yang matang dalam menjalankan program-program prioritas. Termasuk di dalamnya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ia memastikan bahwa alokasi anggaran untuk setiap pos telah direncanakan dengan cermat. Oleh karena itu, tidak ada kekhawatiran bahwa program-program tersebut akan mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

“Semuanya sudah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain tanpa mengganggu program pembangunan yang lain. Jadi kita atur dengan baik, termasuk subsidi segala macam,” pungkasnya.