Perkuat Rupiah: Purbaya Intervensi Pasar Obligasi Sejak Pekan Lalu

oleh -9 Dilihat
Perkuat Rupiah: Purbaya Intervensi Pasar Obligasi Sejak Pekan Lalu

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengakui bahwa pemerintah telah melakukan intervensi di pasar obligasi sejak pekan lalu. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk membantu memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Purbaya menyatakan bahwa intervensi dimulai secara bertahap sejak Kamis pekan lalu dan terus dilakukan. Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana hingga Rp 2 triliun per hari untuk pembelian obligasi negara.

Namun, Purbaya juga mengakui bahwa realisasi pembelian obligasi negara masih tergolong kecil, baru mencapai sekitar Rp 600 miliar. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual di pasar obligasi belum terlalu besar.

“Kemarin saya sudah targetkan Rp 2 triliun, cuma dapat Rp 600 miliar. Artinya, yang jual juga sedikit sebetulnya,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Baca juga: BPJS Keliling Jemput Bola, Warga Aro IV Korong Kota Solok Sambut Hangat

Saat ini, pemerintah masih fokus pada pengelolaan kas atau cash management sebagai bagian dari strategi penguatan rupiah. Purbaya menegaskan bahwa skema bond stabilization framework, yang rencananya akan melibatkan lembaga lain seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), belum perlu digunakan.

Ia menjelaskan bahwa kondisi pasar obligasi belum separah itu sehingga belum memerlukan intervensi yang lebih besar. “Ini baru cash management. Kalau framework, nanti saya panggil SMI dan lain-lainnya untuk ikut. Tapi sekarang belum separah itu keadaannya, masih relatif lumayan,” jelasnya.

Sebelumnya, Purbaya memang sudah mengutarakan rencananya untuk mengintervensi pasar obligasi sebagai salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat nilai tukar rupiah. Ia berharap langkah ini dapat membuat nilai tukar rupiah kembali menguat dalam waktu dekat.

“Saya akan masuk setiap hari di bond market. Saya minta masuk Rp 2 triliun setiap hari. Jadi harusnya sih ke depannya (rupiah) akan lebih stabil,” pungkasnya.