Alex Ferguson: Istri Penyelamat Legendaris Eric Cantona

oleh -8 Dilihat
Alex Ferguson: Istri Penyelamat Legendaris Eric Cantona

KabarDermayu.com – Eric Cantona, sosok yang lekat dengan era keemasan Manchester United di awal 1990-an, ternyata menyimpan kisah yang jarang terungkap. Pemain legendaris ini, meski penuh kontroversi, menjadi pilar penting dalam kesuksesan klub yang berujung pada 13 gelar Premier League, tiga gelar ganda domestik, satu treble, dua trofi Liga Champions, dan berbagai gelar lainnya.

Kesuksesan tersebut bermula dari kepindahan Cantona ke Manchester United dari rival mereka, Leeds United, dengan harga yang relatif murah. Namun, di balik performa gemilangnya di lapangan hijau, Cantona dikenal sebagai pribadi yang emosional dan kerap kali sulit dikendalikan.

Sikapnya ini bahkan sempat membuat manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, mempertimbangkan untuk melepasnya. Ferguson merasa tingkah laku Cantona seringkali merugikan tim, sehingga ia berada di titik keputusasaan.

Hal ini diakui sendiri oleh Cantona dalam sebuah wawancara yang diselenggarakan di Festival Film Cannes. Ia menggambarkan hubungannya dengan Ferguson sebagai sebuah dinamika yang kompleks, layaknya sebuah cerita dalam film.

“Ini adalah kisah hidup saya, tentang seorang pria yang mencari jati dirinya dan pria lain yang membantunya menemukannya. Itu seperti tantangan yang diambil Alex Ferguson,” ujar Cantona, menggambarkan perjalanannya.

Di satu sisi, meskipun meraih kesuksesan besar bersama Manchester United, Ferguson pernah berada di ambang menyerah menghadapi perilaku Cantona. Terlebih lagi setelah insiden tendangan kung fu yang dilakukannya kepada seorang suporter Crystal Palace pada tahun 1995, yang sempat menggemparkan dunia sepak bola.

Cantona mengungkapkan bahwa Ferguson sebenarnya sudah memiliki niat untuk mengeluarkannya dari skuad. Namun, ada sosok lain yang berjasa besar dalam mempertahankan kariernya di Old Trafford.

“Pada satu titik, dia ingin melepas saya. Tapi istrinya meyakinkan dia untuk tetap mempertahankan saya,” ungkap Cantona, sebuah pengakuan yang mengejutkan banyak pihak.

Pengakuan ini menjadi fakta yang menarik, mengingat Cantona kemudian menjelma menjadi ikon sejati Manchester United. Bersama Setan Merah, ia berhasil mempersembahkan empat gelar Premier League dan dua trofi FA Cup, mengukuhkan namanya dalam sejarah klub.

Cantona juga menyoroti peran penting sosok lain dalam hubungannya dengan Ferguson, yaitu mantan pelatih Auxerre, Guy Roux. Menurut Cantona, Roux pernah memberikan nasihat berharga kepada Ferguson mengenai cara terbaik untuk menangani dirinya.

“Guy Roux berkata: ‘Kamu harus mencintainya. Jika kamu memberinya cinta itu, dia akan memberikan hidupnya untukmu sebagai balasan’,” tutur Cantona, mengutip perkataan Roux.

Ketika pertama kali tiba di Inggris, Cantona merasa dirinya dipandang sebelah mata karena statusnya sebagai pemain asing asal Prancis. Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan emosional yang terjalin dengan Ferguson membantunya berkembang menjadi simbol kejayaan Manchester United.

“Hubungan saya dengan Alex Ferguson seperti naskah film. Itu bisa menjadi kisah cinta,” tambahnya, menekankan kedalaman ikatan yang terbentuk.

Meskipun kariernya di Manchester United begitu gemilang, Cantona secara mengejutkan memutuskan untuk pensiun di usia yang relatif muda, yaitu 31 tahun. Keputusan ini diambilnya saat ia masih berada di puncak karier sepak bola Eropa.

Cantona mengaku bahwa hilangnya gairah bermain menjadi alasan utama di balik keputusannya untuk gantung sepatu lebih cepat. Ia merasa ada sesuatu yang hilang dalam dirinya.

“Saya kehilangan api itu. Saya merasakannya sangat cepat. Saya tidak bisa menerima perasaan kosong itu. Api itulah yang membimbing saya karena sepak bola adalah gairah, bahkan seperti candu. Hari ketika api itu hilang, semuanya tidak pernah kembali lagi,” jelas Cantona.

Baca juga: Kekayaan AKP Deky, Eks Kasat Narkoba Kutai Barat yang Ditahan Bareskrim, Mengejutkan

Setelah memutuskan pensiun dari dunia sepak bola, Cantona memilih untuk menyalurkan hasrat dan energinya ke dunia seni dan perfilman. Kini, pria yang dikenal flamboyan ini aktif sebagai seorang aktor dan kerap tampil di berbagai festival film internasional, menunjukkan sisi lain dari bakatnya.