KabarDermayu.com – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mencatatkan kinerja positif dengan Laba Sebelum Pajak (PBT) sebesar Rp 142 miliar per April 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 1,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Manajemen Superbank menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi pertumbuhan berbasis ekosistem yang dijalankan secara disiplin dan hati-hati pasca penawaran umum perdana saham (IPO) pada Desember 2025.
Pertumbuhan bisnis Superbank didukung oleh ekspansi kuat di berbagai lini utama. Total aset bank melonjak 71,5 persen (yoy) mencapai Rp 24 triliun. Hal ini sejalan dengan penyaluran kredit yang terus meningkat, mencapai Rp 12,2 triliun atau tumbuh 55,4 persen (yoy).
Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut salah satunya ditopang oleh penetrasi produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS) yang semakin luas. Inisiatif ini dicapai melalui berbagai titik kontak strategis dalam ekosistem digital bank.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatat pertumbuhan impresif sebesar 98,4 persen (yoy) hingga mencapai Rp 15,1 triliun. Sementara itu, Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) meningkat 84,5 persen (yoy) menjadi Rp 671 miliar. Kinerja ini mencerminkan pertumbuhan bisnis yang sehat serta efisiensi operasional yang didorong oleh pendekatan digital-first.
Manajemen Superbank menekankan bahwa momentum pertumbuhan ini juga diperkuat oleh integrasi yang semakin dalam dengan ekosistem digital para pemegang sahamnya. Bank terus berupaya menghadirkan layanan perbankan yang mulus dan relevan bagi kebutuhan nasabah melalui berbagai inovasi berbasis ekosistem.
Baca juga: Anak Ahmad Bahar Laporkan Hercules GRIB Jaya ke Polisi atas Dugaan Penyekapan
Salah satu inovasi yang telah diluncurkan adalah ‘Kartu Untung’ bersama KakaoBank. Selain itu, integrasi PAS kini memungkinkan pengguna dalam ekosistem Grab dan OVO untuk mengakses layanan pinjaman secara langsung tanpa perlu berpindah aplikasi atau mengunduh aplikasi Superbank secara terpisah.
Inovasi ini melengkapi berbagai integrasi strategis sebelumnya. Termasuk pembukaan rekening langsung di aplikasi Grab sejak Juni 2024 dan layanan ‘OVO Nabung by Superbank’. Program-program ini terus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap layanan keuangan digital yang aman, praktis, dan inklusif.
Perlu dicatat, salah satu pemegang saham utama Superbank, Grab, mengumumkan rencana konsolidasi keuangan Superbank. Langkah ini akan dilakukan melalui pengalihan kepemilikan saham dari Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. kepada GXS Bank Pte. Ltd. (GXS Bank). GXS Bank sendiri merupakan bank digital terkemuka asal Singapura yang dimiliki dan didukung oleh konsorsium Grab dan Singtel.
Setelah transaksi ini selesai, kepemilikan saham Grab di Superbank, baik secara langsung maupun tidak langsung, akan meningkat melebihi 50 persen. Hal ini akan membuat laporan keuangan Superbank terkonsolidasi dengan laporan keuangan Grab.
Grab telah menjadi investor di Superbank sejak tahun 2022. Transaksi ini menegaskan kembali komitmen jangka panjang Grab terhadap Superbank. Dengan dukungan dari skala ekosistem Grab dan OVO yang luas, mencakup layanan ride-hailing, pengantaran makanan, dan pembayaran digital, Superbank memiliki posisi yang kuat untuk terus menghadirkan layanan perbankan yang unggul bagi nasabah Superbank maupun pengguna dalam ekosistem Grab.





