Pendapatan Garuda Indonesia Kuartal I-2026 Capai Rp13,34 Triliun

oleh -8 Dilihat
Pendapatan Garuda Indonesia Kuartal I-2026 Capai Rp13,34 Triliun

KabarDermayu.com – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melaporkan kinerja operasional yang positif dan perbaikan kinerja keuangan pada Kuartal I 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan trafik penumpang dan ekspansi kapasitas produksi penerbangan di seluruh lini operasional perseroan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengungkapkan bahwa selama periode Januari hingga Maret 2026, Garuda Indonesia Group berhasil mengangkut total 5,42 juta penumpang. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,76 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 5,08 juta penumpang.

Pertumbuhan trafik penumpang ini juga didukung oleh peningkatan frekuensi penerbangan. Tercatat ada 19.337 penerbangan yang dilayani, tumbuh 5,87 persen dibandingkan 18.265 penerbangan pada kuartal I-2025. Hal ini disampaikan Glenny dalam keterangan resminya pada Rabu, 13 Mei 2026.

Peningkatan trafik penumpang tersebut berkontribusi langsung pada pendapatan usaha konsolidasian perseroan. Pendapatan Garuda Indonesia Group tercatat sebesar US$762,35 juta, atau sekitar Rp13,34 triliun (dengan asumsi kurs Rp 17.500 per dolar AS). Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,36 persen dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar US$723,56 juta.

Pendapatan dari penerbangan berjadwal (scheduled flight) menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan ini. Sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 7,36 persen, mencapai US$648,10 juta, naik dari US$603,69 juta pada kuartal I-2025.

Selain pertumbuhan pendapatan, Garuda Indonesia juga berhasil menekan angka rugi bersih. Kerugian bersih pada kuartal I-2026 berhasil ditekan hingga sekitar 45,2 persen, menjadi US$41,62 juta. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan rugi bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$75,93 juta.

Glenny menambahkan bahwa capaian kinerja pada kuartal I-2026 ini menjadi indikator positif atas konsistensi proses penguatan fundamental operasional dan bisnis yang terus dijalankan secara bertahap oleh perseroan.

Baca juga: Beredar Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry di Mesir, Polri Belum Terima Laporan

“Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I-2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap,” ujar Glenny.

Ia menegaskan bahwa fokus perusahaan saat ini tetap diarahkan pada beberapa aspek krusial. Di antaranya adalah menjaga disiplin operasional (operational discipline), memperkuat keandalan layanan (service reliability), serta memastikan pertumbuhan bisnis berjalan lebih sehat dan berkelanjutan (sustainable).

Perlu diketahui, Garuda Indonesia telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 pada Rabu, 13 Mei 2026. Dalam agenda RUPST tersebut, terdapat beberapa perubahan susunan pengurus perseroan.

RUPST secara resmi menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service. Selain itu, Sugito Anjasmoro juga resmi diangkat sebagai Komisaris. Pada kesempatan yang sama, perseroan juga memberhentikan dengan hormat Eksitarino Irianto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service, serta Frans Dicky Tamara yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris sejak 15 Oktober 2025.

Dengan demikian, berikut adalah susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sesuai keputusan RUPST tanggal 13 Mei 2026:

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
  • Komisaris Independen: Mawardi Yahya
  • Komisaris: Chairal Tanjung
  • Komisaris: Sugito Anjasmoro

Susunan Direksi:

  • Direktur Utama: Glenny Kairupan
  • Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
  • Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
  • Direktur Teknik: Mukhtaris
  • Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
  • Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
  • Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills.