KabarDermayu.com – Kepolisian akan menerapkan pembatasan kapasitas penonton di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk pertandingan penentu juara Persib Bandung. Kapasitas maksimal yang diizinkan adalah 75 persen dari total kapasitas stadion.
Ribuan personel kepolisian akan dikerahkan untuk mengamankan laga krusial Persib Bandung melawan Persijap Jepara. Pertandingan ini akan menentukan gelar juara BRI Super League 2025/2026 dan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Selain itu, pengamanan juga akan fokus pada antisipasi kegiatan masyarakat setelah pertandingan. Pengalaman sebelumnya menunjukkan adanya euforia yang terpusat di kawasan tertentu, seperti Dago Cikapayang.
Pola pengamanan di area stadion akan dibagi menjadi empat ring. Pengamanan ini akan dimulai dari area terluar stadion hingga ke setiap pintu masuk tribun penonton.
Aparat keamanan akan melakukan sterilisasi area untuk memastikan semua penonton mematuhi peraturan yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan bersama.
Penonton dilarang keras membawa barang-barang berbahaya ke dalam stadion. Barang-barang seperti flare, kembang api, atau benda lain yang dapat dilempar tidak diizinkan.
Selain itu, minuman dalam kemasan botol plastik dan kaleng juga tidak diperbolehkan masuk ke tribun. Pembatasan ini bertujuan untuk mencegah potensi insiden yang tidak diinginkan.
Polda Jabar, bersama panitia pelaksana pertandingan dan perwakilan suporter, telah menyepakati sanksi tegas bagi pelanggar aturan. Kesepakatan ini diharapkan dapat menciptakan efek jera.
Sanksi berat akan diberikan kepada penonton yang terbukti membawa barang berbahaya. Pelanggaran seperti membawa flare atau benda yang bisa dilempar akan berujung pada pencabutan hak menonton.
Kepolisian membatasi kapasitas stadion hingga maksimal 32.000 penonton. Angka ini setara dengan 75 persen dari kapasitas total Stadion GBLA.
Oleh karena itu, para pendukung yang tidak memiliki tiket resmi diimbau untuk tidak memaksakan diri datang ke area stadion. Hal ini untuk menghindari kepadatan yang berlebihan.
Sebagai alternatif, pemerintah daerah dan aparat kewilayahan telah memfasilitasi titik-titik nonton bareng (nobar). Lokasi nobar ini tersebar di sejumlah kantor kelurahan dan kantor kepolisian terdekat.
Pemerintah Kabupaten Bandung juga menyiapkan sejumlah titik nobar untuk menjaga kondusivitas. Langkah ini diambil mengingat tingginya antusiasme Bobotoh menjelang laga penentu gelar juara.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyebutkan salah satu lokasi nobar adalah di Dome Bale Rame Soreang. Tujuannya agar masyarakat tetap bisa menikmati pertandingan dengan aman dan tertib tanpa harus memadati stadion.
Dadang menyarankan agar masyarakat yang tidak tertampung di Stadion GBLA lebih baik melaksanakan nobar di tempat yang telah disiapkan. Hal ini penting untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas.
Tingginya animo masyarakat terhadap laga Persib perlu diantisipasi dengan pengaturan yang baik. Tujuannya adalah mencegah penumpukan massa di sekitar stadion maupun di pusat kota.
Selain di Dome Kabupaten Bandung, Pemkab Bandung juga mendorong pelaksanaan nobar di tingkat kecamatan. Langkah ini diharapkan dapat mengurai kepadatan penonton yang diperkirakan meningkat saat pertandingan berlangsung.
Dadang menilai bahwa langkah ini sangat penting demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Hal ini terutama saat euforia pertandingan sedang memuncak.
Ia menekankan pentingnya melaksanakan nobar di tempat yang sudah disediakan. Hal ini lebih baik daripada berkumpul tanpa tujuan yang jelas yang berpotensi menimbulkan masalah atau kecelakaan.
Baca juga: PLN Atasi Gangguan Listrik Sumatera, Kebut Pemulihan Jaringan
Pihaknya akan berkoordinasi erat dengan aparat keamanan serta para camat di seluruh wilayah. Tujuannya adalah untuk memastikan pelaksanaan nobar berjalan dengan tertib dan kondusif.





