Krisis Ekonomi 1998 Tak Terulang: Purbaya Yakin Fundamental Baik

oleh -7 Dilihat
Krisis Ekonomi 1998 Tak Terulang: Purbaya Yakin Fundamental Baik

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keyakinannya bahwa krisis ekonomi seperti yang terjadi pada tahun 1998 tidak akan terulang kembali di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik dan berbeda jauh dari kondisi pada masa krisis lalu.

Purbaya membandingkan situasi saat ini dengan tahun 1998, ketika nilai tukar rupiah mengalami pelemahan yang sangat drastis, bahkan hingga berkali-kali lipat. Kondisi saat ini, dengan pelemahan nilai tukar yang hanya berkisar 4-5 persen, dinilainya sangat jauh berbeda.

“Tidak (kekhawatiran). Fundamental kita amat baik. Kalau dibandingkan 1998 kan waktu itu dari Rp2.000 melemah ke sekian, Rp17 ribu kan sekian kali lipat. Kalau sekarang kan (depresiasi) 4-5 persen kan sebetulnya jauh (dari 1998),” ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut Purbaya, tekanan terhadap nilai tukar rupiah belakangan ini lebih banyak dipengaruhi oleh persepsi pasar ketimbang kondisi fundamental ekonomi nasional yang sebenarnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia saat ini memang menghadapi berbagai tekanan eksternal secara bertubi-tubi. Tekanan tersebut datang dari berbagai pihak, mulai dari penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI), lembaga pemeringkat, hingga pergerakan nilai tukar mata uang.

Baca juga: Pengakuan Dibegal Ternyata Bohong, Polisi Ungkap Fakta Tak Terduga

“Kalau kita lihat sekarang kan serangan bertubi-tubi ke kita. MSCI, habis itu lembaga pemeringkat, habis itu pergerakan nilai tukar. Tapi kalau dari fundamental sih nggak ada masalah. Jadi, kita akan memperbaiki cara mungkin, kita mensosialisasikan keberhasilan kita ke publik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga mengungkapkan bahwa ia telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh senior yang memiliki pengalaman dalam penanganan krisis ekonomi di masa lalu. Pertemuan ini dihadiri oleh mantan Gubernur Bank Indonesia serta pejabat dari Kementerian PPN/Bappenas.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyerap pengalaman dan masukan berharga terkait penanganan krisis ekonomi yang pernah terjadi sebelumnya. Seluruh masukan yang diterima dari para tokoh senior tersebut telah dicatat dan akan dipelajari lebih lanjut oleh pemerintah.

Masukan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan antisipasi pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.

“Sharing pengetahuan gimana waktu mengalami ada krisis 2007-2008 dan sebelum-sebelumnya. Itu saja kita pelajari, masukan dari mereka apa. Saya sudah catat, saya diperintahkan untuk mempelajari, ya kita pelajari,” pungkas Purbaya.