KabarDermayu.com – Anggapan yang mengaitkan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan pidato Presiden Prabowo Subianto dinilai tidak tepat oleh ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Surya Vandiantara.
Menurut Dr. Surya, secara teori, pergerakan IHSG, baik kenaikan maupun penurunan, lebih banyak dipengaruhi oleh faktor fundamental. Faktor fundamental ini mencakup kinerja perusahaan yang terdaftar di bursa saham.
Jika mayoritas perusahaan yang melantai di bursa mengalami penurunan pendapatan atau bahkan kerugian, maka sangat wajar jika nilai IHSG ikut terkoreksi. Ini adalah cerminan langsung dari kondisi ekonomi riil perusahaan-perusahaan tersebut.
Dr. Surya mengamati adanya anomali pada pergerakan IHSG belakangan ini. Ia melihat bahwa kinerja perusahaan cenderung stabil dan indikator ekonomi makro menunjukkan tren positif, namun IHSG justru mengalami penurunan.
Situasi ini, menurutnya, dapat mengindikasikan adanya tindakan irasional dari sebagian investor di bursa saham. Narasi yang mengaitkan penurunan IHSG dengan agenda politik yang mendiskreditkan Presiden dianggap sebagai upaya manipulatif.
Investor yang melakukan tindakan irasional tersebut, lanjut Dr. Surya, tidak hanya merusak mekanisme pasar yang sehat, tetapi juga merugikan investor lain yang telah melakukan analisis fundamental dengan cermat. Selain itu, perusahaan yang terdaftar di bursa juga turut dirugikan.
Ia menilai, demi mencapai agenda politik terselubung, para investor nakal tersebut telah merugikan banyak pihak. Oleh karena itu, Dr. Surya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati agar tidak terpengaruh oleh tindakan irasional tersebut.
Pemerintah juga diminta untuk bertindak tegas. Dr. Surya menekankan bahwa pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas terhadap perilaku irasional yang dilakukan oleh investor yang memiliki agenda politik tertentu. Hal ini penting demi melindungi kepentingan masyarakat luas.





