Perluasan Bandara Serui, Target Pemprov Papua untuk Pesawat ATR Mendarat

oleh -6 Dilihat
Perluasan Bandara Serui, Target Pemprov Papua untuk Pesawat ATR Mendarat

KabarDermayu.com – Pemerintah Provinsi Papua memiliki rencana ambisius untuk mendukung perluasan Bandara Stevamus Rumbewas di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen. Langkah ini diambil demi memungkinkan pesawat jenis ATR untuk mendarat, yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah bagi masyarakat.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan rencana ini saat melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur di Serui. Salah satu fokus utamanya adalah runway Bandara Serui yang dilaporkan mengalami kerusakan di beberapa bagian akibat gempa bumi.

Saat ini, panjang runway Bandara Serui tercatat sekitar 1,6 kilometer. Namun, sekitar 200 meter dari panjang tersebut mengalami kerusakan dan memerlukan perbaikan segera. Fakhiri memastikan bahwa proses perbaikan ini telah masuk ke dalam program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain perbaikan yang sudah direncanakan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen juga mengajukan usulan untuk penambahan panjang landasan pacu sekitar 250 meter. Usulan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua. Diharapkan, penambahan ini akan mengoptimalkan operasional penerbangan di Serui.

“Kami berharap pesawat ATR bisa landing sehingga aktivitas bandara lancar dan masyarakat dapat bepergian dengan baik,” ujar Fakhiri dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 22 Mei 2026. Harapan ini menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan aksesibilitas.

Peningkatan kapasitas Bandara Serui dinilai sangat penting untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Terutama dalam hal distribusi hasil perikanan yang menjadi salah satu mata pencaharian utama, serta mobilitas warga antarwilayah.

Kehadiran pesawat dengan kapasitas yang lebih besar diharapkan mampu memperkuat konektivitas di wilayah Kepulauan Yapen. Hal ini akan mempermudah pergerakan orang dan barang, yang berdampak positif pada perekonomian lokal.

Baca juga: Solar Sampah Diperjualbelikan, ESDM: Uji Sampel

Tidak hanya sektor ekonomi, pengembangan bandara ini juga dipandang krusial untuk mendukung layanan kesehatan. Fakhiri menekankan bahwa akses transportasi udara yang lebih baik akan sangat membantu dalam proses rujukan pasien.

Pasien yang membutuhkan fasilitas medis lebih lengkap dapat dirujuk ke rumah sakit di Biak dengan lebih cepat dan aman. Hal ini menjadi bukti nyata bagaimana infrastruktur transportasi udara berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Fakhiri juga memberikan perhatian pada pembangunan jalur barat di Yapen. Jalur ini merupakan akses utama bagi masyarakat ketika kondisi cuaca laut sedang tidak memungkinkan untuk pelayaran.

Ia menjelaskan bahwa pada periode Oktober hingga Februari, gelombang laut di sekitar Yapen dapat mencapai ketinggian 4 hingga 5 meter. Kondisi ini seringkali menghambat aktivitas transportasi laut menuju Serui, membuat jalur darat menjadi alternatif yang vital.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Papua juga telah menyiapkan anggaran untuk perbaikan sejumlah jembatan di jalur barat tersebut. Salah satu fokus perbaikan adalah mengganti jembatan kayu yang dinilai sudah tidak layak dan membahayakan pengguna jalan.

Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur jalan dan bandara dapat berjalan secara beriringan. Sinergi antara kedua jenis pembangunan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut secara keseluruhan.