Prabowo Perintahkan Anak Buah Fokus Proyek Produktif, Bukan Bangun Kantor Mewah Tanpa Hasil

oleh -7 Dilihat
Prabowo Perintahkan Anak Buah Fokus Proyek Produktif, Bukan Bangun Kantor Mewah Tanpa Hasil

KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada para menterinya di Kabinet Merah Putih untuk memprioritaskan proyek-proyek yang bersifat produktif dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia.

Fokus utama diarahkan pada pembangunan kawasan produksi komoditas perikanan. Tujuannya tidak hanya untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan bagi rakyat, tetapi juga untuk meningkatkan devisa negara melalui kegiatan ekspor.

Dalam sebuah kesempatan, Prabowo menyatakan komitmennya untuk mempercepat berbagai proyek pembangunan yang produktif dalam beberapa bulan mendatang. Pernyataan ini disampaikan saat ia menyaksikan panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan Kebumen, Jawa Tengah, yang terhubung secara daring dari Jakarta pada hari Sabtu.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa konsep pembangunan produktif yang dimaksud mencakup pelaksanaan program atau proyek yang secara nyata menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian.

Sebagai contoh nyata, Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan Kebumen tidak hanya diproyeksikan mampu menghasilkan 40 ton udang per hektare, tetapi juga telah berhasil menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 650 orang.

“Saya sudah memberikan petunjuk kepada kabinet, bahwa program yang boleh dan harus kita dukung serta jalankan adalah proyek-proyek yang produktif,” tegas Prabowo.

Presiden juga menyoroti adanya pembangunan kawasan tambak terintegrasi yang sedang berjalan di Waingapu, Nusa Tenggara Timur, serta revitalisasi tambak ikan di wilayah Jawa Barat sebagai bagian dari upaya pemerintah.

Menurut Prabowo, proyek produktif adalah proyek yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, menghasilkan nilai tambah yang signifikan, serta berkontribusi pada peningkatan kekayaan bangsa dan pendapatan rakyat.

Oleh karena itu, pemerintah kini mengambil sikap menunda pembangunan yang lebih berorientasi pada pendirian gedung-gedung perkantoran yang mewah. Prabowo menekankan bahwa banyaknya bangunan kantor yang megah tidak serta-merta berkaitan langsung dengan peningkatan produktivitas.

Baca juga: Pertalite Dilarang untuk Merk Kendaraan Tertentu? Pertamina Buka Suara

“Kantor yang megah, tetapi produknya tidak ada. Jauh lebih baik jika kantornya tidak perlu terlalu bagus, tetapi produk yang dihasilkan berkualitas, hasilnya melimpah, dan mendatangkan pendapatan yang besar bagi rakyat. Kebutuhan utama rakyat kita adalah pekerjaan,” pungkasnya.