BRI & Pemerintah Dorong Ekonomi Kreatif Bali: Akad Massal KUR 1.000 UMKM

oleh -8 Dilihat
BRI & Pemerintah Dorong Ekonomi Kreatif Bali: Akad Massal KUR 1.000 UMKM

KabarDermayu.com – Pemerintah, melalui kolaborasi erat dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, terus menggalakkan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor ekonomi kreatif. Langkah ini diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada ribuan pelaku UMKM di Bali.

Program ini merupakan bagian dari upaya terintegrasi yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari kementerian, lembaga keuangan, pemerintah daerah, hingga institusi pendidikan. Tujuannya adalah untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kapabilitas para pelaku usaha kreatif di seluruh Indonesia.

Acara akbar bertajuk “Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali 2026” diselenggarakan di Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, pada Rabu, 13 Mei. Dalam kesempatan ini, BRI, sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia, turut berperan aktif.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar; Menteri Koperasi dan UMKM, Maman Abdurrahman; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya; Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta; serta Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya. Turut hadir pula para pemangku kepentingan dari berbagai kementerian/lembaga, perbankan, akademisi, dan tentu saja, para pelaku UMKM.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa UMKM tetap menjadi pilar fundamental perekonomian nasional, terutama di tengah gejolak ekonomi global saat ini.

“Melalui BRI dan bank-bank lainnya, pemerintah terus berupaya keras untuk membuka akses permodalan dan keuangan bagi para UMKM kita,” tegas Muhaimin.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara kementerian, lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi sangat krusial untuk mengoptimalkan pelayanan bagi UMKM. Muhaimin memuji Bali sebagai salah satu daerah yang dinilai berhasil membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain di Indonesia.

Selain memperluas jangkauan permodalan, pemerintah juga mendorong para pelaku UMKM untuk senantiasa menjaga kualitas produk dan jasa kreatif mereka. Hal ini penting agar produk-produk UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“UMKM tidak hanya sekadar difasilitasi, tetapi juga harus didorong untuk tumbuh dengan mengedepankan kemampuan riset. Kampus diharapkan dapat membuka akses riset yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk menemukan langkah-langkah menuju kesuksesan,” ujar Muhaimin lebih lanjut.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa pemerintah sedang dalam proses finalisasi sistem pelayanan terpadu berbasis digital yang diberi nama “Sapa UMKM”. Sistem ini dirancang sebagai platform satu pintu untuk memenuhi berbagai kebutuhan pelaku usaha.

“Dalam sistem ini, seluruh UMKM di Indonesia nantinya akan dapat memperoleh berbagai layanan, mulai dari pembiayaan, pemasaran, pelatihan, hingga pendampingan usaha, semuanya dalam satu platform terintegrasi,” jelas Maman Abdurrahman.

Menurutnya, sistem “Sapa UMKM” saat ini telah memasuki tahap uji coba ketiga, dan sebagian besar modul layanan yang tersedia sudah siap untuk digunakan. Platform ini diharapkan dapat mempercepat transformasi layanan dan memperluas jangkauan pemberdayaan UMKM secara nasional.

Baca juga: La Ode Siap Membawa Kosgoro 1957 Menuju Era Transformasi

Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, melihat program akad massal KUR ini sebagai bukti nyata kolaborasi yang solid antara berbagai pihak dalam memperluas akses pendanaan bagi pelaku UMKM di sektor ekonomi kreatif.

Teuku Riefky menambahkan bahwa saat ini terdapat 13 subsektor ekonomi kreatif yang telah terintegrasi dalam skema pembiayaan KUR, dari total 21 subsektor ekonomi kreatif nasional. Selain aspek pembiayaan, pemerintah juga terus berupaya memperkuat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi para pelaku ekonomi kreatif.

Langkah ini penting untuk meningkatkan daya saing usaha sekaligus mendukung akses pembiayaan mereka agar lebih mudah diperoleh.

Sebagai bank yang memiliki fokus kuat pada pemberdayaan UMKM, Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus mempertegas komitmennya dalam menyalurkan pembiayaan produktif melalui program KUR.

Hingga April 2026, BRI telah berhasil menyalurkan dana KUR sebesar Rp65,95 triliun kepada sekitar 1,3 juta debitur di seluruh penjuru Indonesia. Sebagian besar dari penyaluran ini, yakni sebesar 66,47%, dialokasikan untuk sektor-sektor produksi yang vital, seperti pertanian, perikanan, dan industri pengolahan.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa BRI akan terus meningkatkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di berbagai sektor produktif.

“BRI terus berkomitmen untuk memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM agar mereka mampu tumbuh lebih kuat dan naik kelas. Melalui dukungan pada program Akad Massal KUR ini, kami sangat berharap para pelaku usaha, khususnya di sektor ekonomi kreatif, dapat meningkatkan kapasitas bisnis mereka, memperluas jangkauan pasar, dan pada akhirnya menciptakan dampak ekonomi yang lebih signifikan bagi masyarakat,” ujar Akhmad Purwakajaya.

Ia menambahkan bahwa KUR merupakan salah satu instrumen penting yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah di Indonesia.

“KUR adalah instrumen pembiayaan yang disediakan oleh BRI untuk mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif. BRI senantiasa berupaya memperluas akses permodalan, yang tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha serta perputaran roda ekonomi di berbagai wilayah,” jelas Akhmad Purwakajaya.

Melalui sinergi yang kuat bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait, BRI optimis bahwa UMKM Indonesia akan mampu tampil semakin kompetitif, inovatif, dan berdaya saing di kancah global. (LAN)