Persib Hattrick Juara: Bojan Hodak Ungkap Skor 0-0 Tak Penting

oleh -6 Dilihat
Persib Hattrick Juara: Bojan Hodak Ungkap Skor 0-0 Tak Penting

KabarDermayu.com – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menegaskan bahwa hasil imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara tidak akan menjadi hal yang diingat publik setelah timnya memastikan gelar juara Super League 2025/2026.

Menurut Bojan Hodak, yang paling akan dikenang adalah keberhasilan Persib meraih gelar juara ketiga secara beruntun. Persib menutup musim dengan skor 0-0 di hadapan sekitar 30 ribu Bobotoh. Meski gagal mencetak gol sepanjang pertandingan, hasil tersebut tetap cukup membawa Maung Bandung keluar sebagai kampiun musim ini.

“Skornya 0-0, kami punya peluang dan kami menjadi juara,” kata Bojan Hodak seusai pertandingan.

Pelatih asal Kroasia itu mengaku hal pertama yang dipikirkannya setelah memastikan gelar juara adalah keinginan untuk segera beristirahat setelah melewati musim panjang dan berat.

“Tidak akan ada yang mengingat pertandingan, tidak akan ada yang mengingat pertandingan lainnya, semuanya hanya akan mengingat ini (momen juara). Hanya itu saja,” ujar Bojan.

Gelar musim ini menjadi pencapaian spesial bagi Persib karena diraih di tengah banyak perubahan dalam skuad. Bojan menyebut timnya melakukan pergantian besar dengan mendatangkan banyak pemain baru dibanding dua musim sebelumnya.

“Musim ini menjadi lebih sulit dari musim lalu karena kami cukup banyak mengubah pemain. Ada 25 pemain baru dan di dua musim sebelumnya pada dasarnya kami memiliki tim yang sama,” katanya.

Baca juga: MotoGP: Satu Motor per Pembalap, Ubah Total Strategi Balapan!

Meski berhasil menjadi juara tiga musim berturut-turut, Bojan tetap menilai faktor keberuntungan ikut berperan dalam perjalanan Persib musim ini.

“Ada banyak keberuntungan. Jadi mungkin ada banyak keberuntungan,” ucapnya.

Bojan juga menyoroti ketatnya persaingan Super League musim ini. Menurut dia, kualitas kompetisi meningkat karena setiap tim kini diperkuat tujuh pemain asing di lapangan serta pemain lokal yang lebih merata kualitasnya.

Ia bahkan menilai raihan poin tinggi milik Borneo FC yang gagal menjadi juara menunjukkan kerasnya persaingan musim ini.

Borneo harus puas finis di peringkat kedua lantaran kalah head to head dengan Persib.

“Ini cukup aneh ketika ada tim yang mendapatkan 79 poin tetapi tidak bisa menjadi juara,” kata Bojan.