KabarDermayu.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian panik atau panic buying menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Imbauan ini disampaikan di tengah adanya kenaikan harga beberapa komoditas pangan.
Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menekankan pentingnya berbelanja secara bijak. Ia menyatakan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga inflasi pangan tetap terkendali demi kesejahteraan seluruh warga.
Menurut Chico, kenaikan harga pangan menjelang Idul Adha merupakan fenomena yang lumrah terjadi. Hal ini disebabkan oleh peningkatan permintaan masyarakat untuk kebutuhan perayaan hari besar tersebut. Selain itu, faktor cuaca juga turut berkontribusi.
Chico menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi dan masih berlangsung dapat memengaruhi produksi dan kualitas panen komoditas hortikultura. Beberapa contoh komoditas yang terdampak adalah cabai, bawang merah, dan bawang putih, yang produksinya menurun akibat kondisi cuaca tersebut.
Untuk mengatasi potensi lonjakan harga dan memastikan ketersediaan pangan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) telah mengambil langkah-langkah konkret. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemantauan harga pangan secara rutin dan intensif.
Pemantauan ini mencakup pasar-pasar tradisional di seluruh wilayah Jakarta. Petugas melakukan survei harga secara langsung maupun memanfaatkan aplikasi Informasi Harga Pangan Jakarta (IPJ) untuk memantau pergerakan harga komoditas strategis.
Selain itu, Dinas KPKP DKI Jakarta juga menjalin koordinasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerjasama ini melibatkan produsen, distributor, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Perumda Dharma Jaya, serta pemerintah pusat. Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran pasokan pangan ke pasar.
Jika diperlukan, intervensi pasar akan dilakukan untuk menstabilkan harga. Intervensi ini dapat berupa distribusi pangan bersubsidi atau penyelenggaraan pasar murah. Program pasar murah ini ditujukan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan mereka dengan harga terjangkau.
Baca juga: Starbucks Run 2026 GBK: Tiket Ludes, 5.000 Peserta Sukses Meramaikan
Khusus mengenai hewan kurban, Pemprov DKI Jakarta memberikan jaminan ketersediaan stok. Perumda Dharma Jaya telah melakukan persiapan awal dengan menargetkan penyediaan ribuan ekor sapi. Langkah ini diharapkan dapat menjaga harga hewan kurban tetap terkendali dan mencegah lonjakan harga yang berlebihan menjelang Idul Adha.





