KabarDermayu.com – KH Imam Jazuli, pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, menginisiasi sebuah program workshop yang ditujukan bagi para pengasuh pondok pesantren di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk mempercepat laju transformasi dan inovasi di lingkungan pesantren.
Program workshop ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2025 dalam skala nasional. KH Imam Jazuli menyatakan bahwa banyak peserta dari workshop sebelumnya yang memberikan testimoni positif mengenai signifikansi kegiatan tersebut dalam membawa perubahan positif bagi pesantren mereka.
Oleh karena itu, workshop kali ini dirancang agar lebih sistematis, mendalam, dan relevan dengan kondisi lapangan. Bahkan, akan ada sesi pendampingan lanjutan untuk memastikan dampak yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, KH Imam Jazuli menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang diselenggarakan di pesantren. Kedua, untuk mendorong pertumbuhan jumlah santri di setiap pesantren.
Baca juga: Rupiah Menguat: Airlangga Ungkap Kondisi Tak Separah 2014
Ia menambahkan, ketika sebuah pesantren mampu melahirkan santri-santri yang sukses baik di dunia maupun di akhirat, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut akan semakin meningkat.
Untuk menjangkau para pengasuh pesantren di 34 provinsi, panitia menargetkan pelaksanaan workshop setiap pekannya. Diharapkan seluruh rangkaian kegiatan ini dapat selesai pada bulan Desember 2026.
KH Imam Jazuli menekankan pentingnya pesantren untuk belajar dari kegagalan korporasi besar dunia yang lambat dalam merespons perubahan. Ia berujar, “Kematian organisasi bukan karena perubahan itu sendiri, melainkan karena kegagalan strategi dalam menghadapinya.”
Untuk wilayah Pulau Jawa, target peserta workshop diperkirakan mencapai 400 orang per provinsi, sehingga totalnya sekitar 2.000 peserta. Khusus untuk Jawa Barat, workshop bagi 400 pengasuh pesantren akan diselesaikan di awal bulan Juni 2026.
Selanjutnya, pelatihan untuk 1.600 pengasuh pesantren dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten akan dilaksanakan mulai Juni hingga Agustus 2026. Untuk wilayah di luar Jawa, estimasi peserta per provinsi berkisar antara 100 hingga 150 orang, dengan total keseluruhan mencapai sekitar 3.000 peserta.
Secara keseluruhan, workshop ini menargetkan partisipasi dari 5.000 pengasuh pesantren dari seluruh penjuru Indonesia. Seluruh biaya kegiatan ini ditanggung sepenuhnya oleh Pesantren Bina Insan Mulia dan Imam Jazuli Foundation.
Para peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas, termasuk transportasi, akomodasi, sertifikat, dan buku panduan. Selain itu, terdapat pula kesempatan untuk memenangkan doorprize menarik, seperti menginap di Aston Hotel, ziarah Walisongo, hingga perjalanan ke luar negeri.
Gerakan transformasi pesantren tahun 2026 ini telah dimulai dari pengasuh pesantren di Wilayah III Cirebon, yang meliputi daerah Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu. Workshop ini dirancang khusus untuk pengasuh pesantren yang memiliki jumlah santri antara 100 hingga 1.000 orang.
Dari hasil seleksi yang dilakukan oleh panitia, sebanyak 108 peserta terpilih dari wilayah III Cirebon untuk mengikuti sesi perdana ini.
Workshop perdana ini berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, dimulai dari pukul 09.00 pagi hingga 21.00 malam. Kegiatan ini bertempat di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon.





