Anthony Leong: Gagas Youth Development Bank Lahirkan Pengusaha Hipmi Baru

oleh -8 Dilihat
Anthony Leong: Gagas Youth Development Bank Lahirkan Pengusaha Hipmi Baru

KabarDermayu.com – Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Anthony Leong, mengusulkan pembentukan Youth Development Bank. Gagasan ini muncul sebagai solusi atas kesulitan akses pembiayaan dan minimnya lembaga keuangan yang berpihak pada pengusaha muda.

Anthony Leong menyampaikan gagasan ini dalam sebuah debat calon Ketua Umum BPP Hipmi yang diselenggarakan di Bali. Ide ini menarik perhatian karena dinilai menawarkan solusi konkret terhadap permasalahan klasik yang kerap dihadapi oleh para pengusaha muda di Indonesia.

Melalui Hipmi, Anthony mendorong pembentukan lembaga keuangan baru yang secara spesifik berfokus untuk membantu pembiayaan produktif bagi pengusaha muda Indonesia. Ia percaya bahwa ini akan mendorong lahirnya lebih banyak wirausahawan baru.

“Kami akan mengusulkan kepada pemerintah untuk dibentuk bank baru yang berfokus kepada skema pembiayaan produktif bisnis baru berbasis feasibility study dengan kurasi yang ketat oleh pemerintah dan asosiasi pengusaha,” kata Anthony dalam keterangannya, 25 Mei 2026.

Baca juga: Penyesalan Noel Ebenezer Atas Ketidakamanahan Saat Menjabat

Menurutnya, konsep Youth Development Bank tidak hanya sekadar menyediakan pinjaman dengan bunga rendah. Lebih dari itu, bank ini bertujuan membangun sistem pembiayaan yang benar-benar berpihak pada pertumbuhan generasi pengusaha baru di Indonesia.

Anthony menjelaskan bahwa skema pembiayaan ini akan didasarkan pada kelayakan bisnis dan potensi usaha. Hal ini berbeda dengan sistem konvensional yang seringkali mengutamakan agunan atau aset yang dimiliki calon pengusaha.

Ia berpendapat bahwa banyak anak muda Indonesia memiliki ide bisnis yang inovatif dan berpotensi besar. Namun, ide-ide tersebut seringkali gagal berkembang karena terhalang oleh sistem pembiayaan konvensional yang dianggap kurang ramah bagi pengusaha pemula.

“Yang kita perjuangkan bukan sekadar bunga yang murah, melainkan jaminan akses pembiayaan yang nyata bagi lahirnya pengusaha-pengusaha muda baru,” ujarnya menegaskan.

Dalam konsep yang diajukan Anthony, Youth Development Bank akan menerapkan suku bunga yang kompetitif. Suku bunga ini diproyeksikan berada di kisaran 2-3 persen di atas BI Rate. Tujuannya adalah agar bank tetap sehat secara bisnis, namun tetap terjangkau bagi pengusaha muda.

Anthony menekankan pentingnya proses kurasi yang ketat. Hal ini untuk memastikan bahwa pembiayaan benar-benar disalurkan kepada bisnis yang memiliki prospek cerah dan memberikan dampak ekonomi yang nyata. Proses kurasi ini diharapkan melibatkan pemerintah serta asosiasi pengusaha untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan usaha yang dibiayai.

Anthony juga menyoroti ketimpangan akses modal antara pengusaha di kota besar dan daerah. Menurutnya, banyak pengusaha muda di daerah memiliki potensi besar namun kesulitan berkembang karena minim dukungan pembiayaan.

“Melalui gagasan Youth Development Bank, Hipmi diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di daerah, sekaligus mempercepat regenerasi pengusaha nasional,” ujarnya.