Tokopedia Farma: TokoClinic, Layanan Kesehatan Tokopedia

oleh -6 Dilihat
Tokopedia Farma: TokoClinic, Layanan Kesehatan Tokopedia

KabarDermayu.com – Tokopedia meluncurkan TokoClinic by Tokopedia Farma, sebuah layanan telemedicine terintegrasi. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk berkonsultasi dengan dokter berlisensi, mendapatkan resep digital, dan membeli obat secara aman melalui lebih dari 3.000 apotek rekanan Tokopedia, semuanya dalam satu aplikasi.

Stephanie Susilo, Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, menjelaskan bahwa pengguna yang membutuhkan obat tertentu kini dapat berkonsultasi secara daring dengan dokter. Setelah itu, mereka akan menerima resep digital dan dapat langsung membeli obat sesuai resep tanpa perlu berpindah aplikasi.

Stephanie menekankan bahwa melalui TokoClinic, pengalaman membeli obat secara daring diharapkan tidak hanya praktis, tetapi juga jauh lebih aman dan bertanggung jawab. Ia menyampaikan hal ini dalam sebuah keterangan pada Selasa, 26 Mei 2026.

Dengan integrasi konsultasi dokter, resep digital, dan pembelian obat dalam satu alur yang mulus, Stephanie berharap masyarakat dapat memperoleh akses kesehatan yang lebih tepercaya.

Data dari BPOM RI sepanjang tahun 2025 menunjukkan adanya 197.725 tautan penjualan obat dan makanan ilegal yang ditemukan di platform digital. Temuan ini menegaskan pentingnya pengawasan dan panduan medis dalam pembelian obat secara daring.

Oleh karena itu, TokoClinic menghadirkan mekanisme resep digital yang terverifikasi. Mekanisme ini memungkinkan dokter untuk mengeluarkan resep langsung di dalam aplikasi setelah sesi konsultasi selesai.

Stephanie menjelaskan bahwa sistem ini membantu memastikan obat yang dibeli sesuai dengan resep yang diberikan dan mematuhi ketentuan distribusi obat secara daring. Dengan demikian, pengguna dapat memperoleh obat dengan lebih aman dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, industri farmasi nasional terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Potensi pasar farmasi diproyeksikan mencapai Rp 225 triliun pada tahun 2030. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dan percepatan transformasi digital di sektor kesehatan.

Dalam perkembangan ini, pelaku industri farmasi dituntut untuk beradaptasi dengan transformasi digital kesehatan. Hal ini termasuk integrasi sistem dan layanan berbasis teknologi untuk mendukung ekosistem kesehatan yang lebih modern dan mudah diakses.

Stephanie menambahkan bahwa melalui TokoClinic by Tokopedia Farma, Tokopedia turut mendukung perkembangan ekosistem kesehatan digital. Layanan ini dihadirkan untuk mempermudah akses konsultasi hingga pembelian obat, serta mendorong penggunaan obat yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Kehadiran TokoClinic by Tokopedia Farma diharapkan dapat menjadi solusi atas tantangan akses kesehatan di Indonesia. Inisiatif ini juga berpotensi membantu mengurangi praktik swamedikasi yang masih umum terjadi di masyarakat. Dengan menyediakan jalur konsultasi yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau, TokoClinic membantu mendorong penggunaan obat yang lebih rasional dan aman.

Baca juga: TNI Dilibatkan dalam Pemberantasan Begal Demi Keamanan Warga

Hal ini sejalan dengan agenda transformasi digital Kementerian Kesehatan RI, khususnya pilar keenam terkait transformasi teknologi kesehatan, untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih aksesibel, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.