KabarDermayu.com – Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Maria Caecilia Stevi Harman, dianugerahi Apresiasi Sekar Agni Negeri. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas dedikasinya dalam menyoroti dan memperjuangkan akses layanan kesehatan di wilayah pedalaman NTT. Stevi Harman dinilai konsisten mengangkat isu pelayanan kesehatan masyarakat daerah, terutama bagi warga kurang mampu yang masih menghadapi kesulitan akses.
“Tentunya ini suatu kehormatan dan rasa bangga serta tanggung jawab atas apresiasi yang saya dapatkan saat ini,” ujar Stevi Harman kepada awak media di Jakarta pada Kamis, 29 Mei 2026. Penghargaan ini dianggapnya sebagai dorongan kuat untuk terus berupaya memperbaiki layanan kesehatan di NTT.
Menurut Stevi, masih banyak tantangan yang dihadapi masyarakat NTT terkait layanan kesehatan. Permasalahan ini meliputi keterbatasan fasilitas medis hingga hambatan administratif dalam pemanfaatan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) atau BPJS Kesehatan.
“Saya menilai apresiasi ini adalah puncak tertinggi yang saya dapatkan, pastinya suatu kehormatan. Langkah ini pula yang menjadi motivasi untuk terus bekerja bagaimana memastikan kesehatan masyarakat di NTT teratasi dengan baik,” tambah Stevi, yang merupakan putri dari politisi senior Partai Demokrat, Benny K Harman.
Sebagai anggota Komite III DPD RI yang memiliki fokus pada bidang kesehatan, pendidikan, kesejahteraan sosial, dan perlindungan anak, Stevi Harman secara aktif menyuarakan persoalan layanan kesehatan di daerah terpencil NTT. Salah satu isu krusial yang menjadi perhatiannya adalah kendala dalam pemanfaatan BPJS Kesehatan oleh sebagian besar warga.
Hal ini disebabkan oleh masalah sinkronisasi data administrasi yang belum optimal, sehingga menghambat warga, terutama yang kurang mampu, untuk mendapatkan layanan kesehatan yang seharusnya dapat mereka akses.
Latar belakang pendidikan Stevi Harman yang mendalam di bidang kedokteran, dengan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan pengalaman pendidikan penelitian medis di Monash University, memberikannya perspektif unik. Pengalaman magangnya di berbagai fasilitas kesehatan di Kupang menjadi titik awal kepeduliannya yang mendalam terhadap isu kesehatan masyarakat daerah.
Selama menjalani masa magang di beberapa tempat, termasuk SK Lerik Kupang, Puskesmas Pasir Panjang, dan Puskesmas Manutapen, Stevi secara langsung menyaksikan sendiri berbagai keterbatasan layanan kesehatan yang dialami oleh masyarakat. Dari pengalamannya tersebut, ia menyimpulkan bahwa persoalan kesehatan di suatu daerah tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial dan ekonomi warganya.
Kepeduliannya terhadap akses pelayanan kesehatan tidak luntur bahkan setelah menjabat sebagai anggota Komite III DPD RI. Stevi Harman terus konsisten menyoroti isu pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan masyarakat di NTT. Ia menggarisbawahi bahwa banyak warga kurang mampu di NTT yang masih belum dapat memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan secara maksimal akibat kendala administratif terkait integrasi data yang belum tersinkronisasi dengan baik.
Baca juga: Brantas Abipraya Pastikan Proyek Sekolah Banjarbaru Rampung Sesuai Target
Kondisi tersebut secara langsung menghambat warga untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai dan optimal. Stevi Harman kerap menyuarakan pentingnya perbaikan atas situasi ini agar layanan kesehatan dapat tersampaikan secara tepat sasaran dan menjangkau masyarakat dalam cakupan yang lebih luas.





