Mendikdasmen Pantau MPLS di SD Srengseng Sawah Pasca Teror Bom, Fasilitasi Trauma Healing

oleh -3 Dilihat
Mendikdasmen Pantau MPLS di SD Srengseng Sawah Pasca Teror Bom, Fasilitasi Trauma Healing

KabarDermayu.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta, pada Selasa, 14 Juli 2026. Kunjungan ini dilakukan sehari setelah insiden ancaman bom yang sempat menggegerkan sekolah tersebut.

Dalam kunjungannya, Mendikdasmen tidak hanya memantau jalannya MPLS, tetapi juga memberikan motivasi dan tiga pesan penting kepada seluruh siswa. Ia berharap para siswa dapat kembali bersemangat dalam memulai tahun ajaran baru setelah peristiwa yang terjadi.

Sebelum menyampaikan pidatonya, Abdul Mu’ti turut serta dalam senam bersama para guru dan murid. Ia menekankan pentingnya semangat belajar bagi para siswa, terlepas dari nilai rapor yang mereka peroleh. Baginya, antusiasme untuk bersekolah dan bertemu teman serta lingkungan belajar baru adalah hal yang paling utama.

“Nilai rapornya apa saja tidak terlalu penting. Yang penting kalian semuanya semangat untuk belajar. Oke? Karena itu sekali lagi, selamat kembali ke sekolah dengan semangat yang baru,” ungkapnya, disambut sorakan gembira dari para siswa.

Pesan kedua yang disampaikan oleh Mendikdasmen adalah mengenai pentingnya memiliki cita-cita. Ia mengingatkan bahwa setiap anak adalah aset berharga bagi bangsa dan negara, sehingga penting bagi mereka untuk memiliki tujuan yang jelas untuk masa depan.

Dalam sesi interaktif, beberapa siswa dipanggil ke atas panggung untuk berbagi tentang impian mereka. Olivia bercita-cita menjadi dokter, Ray ingin menjadi astronot, sementara Yusuf memiliki impian untuk menjadi seorang polisi. Mendikdasmen mengapresiasi setiap cita-cita yang diungkapkan oleh para siswa.

“Apapun cita-cita itu adalah harapan yang ingin kalian capai kalau nanti sudah dewasa,” ujarnya, memberikan dukungan kepada para siswa untuk terus bermimpi besar.

Pesan ketiga yang disampaikan berkaitan dengan pembiasaan “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Untuk mempraktikkannya, Abdul Mu’ti mengajak seorang siswa kelas 3A bernama Arka untuk menyebutkan tujuh kebiasaan tersebut.

Arka dengan lantang menyebutkan, “Bangun pagi, berolahraga, makan bergizi, bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, beristirahat, bermasyarakat.” Atas jawabannya yang tepat, Arka berhak menerima hadiah berupa tas dari Mendikdasmen.

Usai menyampaikan pesan-pesan penting tersebut, Abdul Mu’ti melanjutkan kegiatannya dengan berdialog santai bersama para siswa. Ia menanyakan berbagai hal, mulai dari makanan favorit, olahraga yang disukai, hingga mengajak mereka makan bersama. Suasana kebersamaan dan keceriaan terlihat jelas.

“Alhamdulillah semuanya suasana ceria dan juga mereka juga semangat untuk kembali belajar,” tuturnya, merasa lega melihat antusiasme para siswa.

Mendikdasmen juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyelenggaraan MPLS kali ini. Dukungan tersebut datang dari berbagai elemen, termasuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Dinas Pendidikan, para guru, serta orang tua siswa. Kehadiran Polri juga diisi dengan edukasi mengenai keamanan di lingkungan sekolah, serta mengajak para siswa untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan permainan edukatif.