Perundingan Iran di Qatar untuk Akhiri Perang dan Buka Akses Dana Terbekukan

oleh -6 Dilihat
Perundingan Iran di Qatar untuk Akhiri Perang dan Buka Akses Dana Terbekukan

KabarDermayu.com – Sebuah delegasi tingkat tinggi dari Iran, yang terdiri dari negosiator utama dan kepala bank sentral, telah tiba di Doha, Qatar. Kedatangan mereka pada hari Senin ini bertujuan untuk membahas kesepakatan dengan Amerika Serikat serta pencairan dana Iran yang saat ini dibekukan oleh AS.

Informasi ini diperoleh dari seorang sumber yang memahami permasalahan tersebut, yang berbicara kepada kantor berita AFP. Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, dan Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi, turut berada dalam delegasi yang melakukan perjalanan ke Doha.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik yang terjadi. Sumber yang meminta anonimitas karena sensitivitas isu ini, kepada ArabNews pada Selasa, menjelaskan fokus utama pembicaraan.

Pembicaraan tersebut akan menitikberatkan pada isu-isu krusial terkait Selat Hormuz dan uranium yang diperkaya tinggi. Keikutsertaan Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, dalam delegasi ini sangat penting. Beliau akan membahas masalah dana yang dibekukan, yang merupakan bagian dari pembicaraan dalam Memorandum of Understanding (MoU) sebagai elemen dari kesepakatan akhir.

Baca juga: LPDB Koperasi: Perkuat Ekonomi Syariah Nasional

Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak pemerintah Qatar, kantor berita resmi Iran, IRNA, telah mengonfirmasi kunjungan tersebut. IRNA menyatakan bahwa perjalanan ini merupakan bagian dari proses diplomatik yang sedang berjalan.

Media-media lain di Iran, termasuk kantor berita Tasnim dan Fars, juga membenarkan bahwa delegasi tersebut memang mencakup Gubernur Bank Sentral, Abdolnaser Hemmati. Hal ini memperkuat signifikansi kunjungan tersebut dalam agenda diplomasi Iran.

Pakistan sejauh ini telah berperan sebagai mediator utama dalam negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Perundingan ini telah berlangsung sejak gencatan senjata diberlakukan pada tanggal 8 April. Tujuan utama dari perundingan ini adalah untuk mencapai pengakhiran konflik secara komprehensif dan membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran secara penuh.

Dalam beberapa minggu terakhir, Qatar juga menunjukkan perannya yang semakin signifikan dalam mendorong proses perundingan. Qatar, yang memiliki rekam jejak sebagai mediator antara Iran dan AS di masa lalu, kini kembali terlibat aktif dalam upaya mencari solusi damai.

Sebagai contoh, pada awal bulan ini, Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, dilaporkan mengadakan pertemuan dengan pejabat tinggi Amerika Serikat. Pertemuan tersebut melibatkan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dan Wakil Presiden, JD Vance, yang menunjukkan adanya upaya intensifikasi dialog.