KabarDermayu.com – Rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Muda Nasional Gelombang III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) telah resmi ditutup.
Acara penutupan berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026, di halaman kantor DPP Partai Golkar, Jakarta. Penutupan ini ditandai dengan aksi pelestarian lingkungan berupa penanaman pohon secara simbolis.
Kegiatan ini juga sekaligus menjadi awal dari kampanye nasional penanaman 444.444 pohon yang akan dilaksanakan oleh seluruh jajaran kader AMPG di seluruh Indonesia.
Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi, menjelaskan bahwa aksi hijau ini merupakan puncak dari pembekalan kepemimpinan yang telah berlangsung selama lima hari. Diklat ini diikuti oleh delegasi pemuda dari 36 provinsi.
“Hari ini adalah hari kelima Diklat Kader Muda Nasional Gelombang III PP AMPG yang diikuti 36 provinsi di seluruh Indonesia. Ending-nya adalah penanaman 444.444 pohon yang nanti akan diikuti seluruh pengurus AMPG dari tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan dan desa,” kata Said dalam keterangannya, dikutip Senin, 13 Juli 2026.
Langkah penghijauan ini diambil sebagai respons terhadap maraknya musibah alam seperti banjir bandang dan degradasi lingkungan di berbagai wilayah. Said menekankan pentingnya kontribusi nyata dari generasi muda dalam merawat dan menjaga kelestarian alam sekitar.
“Kita minta AMPG harus peduli dengan lingkungan. Anak-anak muda harus peduli terhadap keselamatan bangsa dan keselamatan masyarakat di mana saja berada,” ujarnya.
Ia lebih lanjut menyatakan bahwa aksi penanaman pohon ini bukan sekadar seremoni belaka. Kegiatan ini merupakan investasi krusial bagi kehidupan generasi mendatang dengan dampak yang sangat luas.
“Dengan menanam satu pohon saja, kita menyelamatkan jutaan nyawa yang ada di negeri ini,” tegasnya.
Jenis bibit yang ditanam pada tahap awal disesuaikan dengan identitas partai, yaitu pohon beringin. Selain itu, turut ditanam berbagai jenis tanaman kayu keras dan pohon buah yang memiliki nilai ekonomis serta ekologis.
“Karena kami adalah Partai Golkar yang simbolnya pohon beringin, maka pohon beringin kami tanam. Selain itu ada pohon buah-buahan, meranti, mahoni, termasuk bibit durian Musang King yang akan ditanam di sejumlah daerah,” jelas Said.
Inisiatif ekologis ini juga sejalan dengan mandat dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Organisasi sayap Golkar didorong untuk tidak hanya fokus pada agenda politik, tetapi juga wajib menciptakan program yang memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat.
“Semua gerakan yang dilakukan AMPG memang harus bermanfaat. Sebagai sayap partai, apa yang diinstruksikan Ketua Umum terus kami jalankan agar Partai Golkar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat di mana saja berada,” ujarnya.
Di sisi lain, jajaran pengurus PP AMPG meyakini bahwa program pelestarian alam sangat identik dengan karakter anak muda masa kini. Aksi nyata ini dianggap sebagai wujud politik kebangsaan yang sangat relevan.
“Anak-anak muda, baik Generasi Z maupun milenial, sangat peduli terhadap isu lingkungan. Karena itu, gerakan ini tidak hanya bertujuan memperkuat Partai Golkar menuju 2029, tetapi juga memastikan masa depan lingkungan tetap terjaga,” ujar salah seorang pengurus PP AMPG.
Antusiasme terhadap program penghijauan ini juga disuarakan oleh para peserta diklat dari berbagai daerah. Perwakilan dari Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, hingga Papua menegaskan kesiapan mereka untuk segera mengeksekusi gerakan penanaman ratusan ribu pohon ini di wilayah masing-masing.





