Dirlantas Diminta Polri Jalin Komunikasi dengan Komunitas Ojol Demi Tertib Berlalu Lintas

oleh -10 Dilihat
Dirlantas Diminta Polri Jalin Komunikasi dengan Komunitas Ojol Demi Tertib Berlalu Lintas

KabarDermayu.com – Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menginstruksikan seluruh jajaran Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) di berbagai daerah untuk secara proaktif menjalin komunikasi dan membangun kedekatan dengan komunitas pengemudi ojek online (ojol) serta berbagai komunitas masyarakat lainnya.

Pendekatan yang mengedepankan aspek kemanusiaan ini dianggap sebagai kunci utama dalam upaya menciptakan budaya tertib berlalu lintas di kalangan masyarakat luas.

Oleh karena itu, Agus Suryonugroho menekankan bahwa jajaran Polantas tidak seharusnya hanya berfokus pada penegakan hukum semata, melainkan juga perlu membangun hubungan emosional yang kuat dengan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras rekan-rekan Dirlantas yang selama ini telah aktif berkomunikasi dengan komunitas ojol. Mari kita rangkul mereka, rangkul semua komunitas, jalin silaturahmi. Ke depannya, kita bahkan berencana untuk membentuk Asosiasi Ojol Nusantara,” ujar Agus Suryonugroho.

Beliau menilai bahwa para pengemudi ojol memiliki peran yang sangat strategis. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang setiap hari beraktivitas di jalan, sehingga dapat menjadi sumber informasi berharga dan memberikan masukan penting bagi kepolisian.

“Komunitas ojol ini adalah bagian dari saudara kita yang setiap hari berada di jalan. Mereka bisa menjadi mitra kami untuk memberikan informasi, berdiskusi, sekaligus membantu menciptakan ketertiban lalu lintas. Alhamdulillah, saat saya turun langsung ke lapangan, mereka merasa bangga karena dirangkul dan diajak dekat oleh Polantas,” ungkap Agus.

Baca juga: Masjid Miftahul Huda: Kurban 14 Kambing Idul Adha Blok Pelabuhan

Kakorlantas menegaskan bahwa paradigma Polantas saat ini harus mengalami perubahan mendasar. Pendekatan kepada masyarakat tidak lagi hanya melalui penindakan berupa penilangan atau penegakan hukum, melainkan harus melalui pendekatan hati dan jalinan silaturahmi.

“Pendekatan kita sekarang bukan lagi semata-mata tilang atau penegakan hukum, tetapi pendekatan hati. Polantas harus dekat dengan masyarakat, hadir untuk merangkul dan membangun kedekatan agar kesadaran tertib berlalu lintas tumbuh dari diri masyarakat sendiri,” tegas Agus Suryonugroho.

Menurutnya, ketika masyarakat merasa dihargai dan dirangkul oleh petugas, kesadaran untuk mematuhi peraturan lalu lintas akan tumbuh secara alami dari dalam diri mereka.

“Ketika masyarakat dirangkul dan diajak membangun kedekatan melalui silaturahmi, mereka akan merasa bangga dan senang. Dari perasaan tersebut, muncul kesadaran diri sehingga mereka akan merasa malu untuk melakukan pelanggaran lalu lintas,” jelas Agus.

Program pendekatan humanis ini juga merupakan bagian integral dari penguatan program “Polantas Menyapa dan Melayani”, sebuah inisiatif yang terus digalakkan oleh Korlantas Polri di seluruh wilayah Indonesia.