KabarDermayu.com – Sebuah ledakan menggemparkan warga di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Minggu lalu. Pihak Kepolisian Resor (Polres) Malang menduga kuat sumber ledakan berasal dari petasan rakitan yang tengah diproduksi di lokasi kejadian.
Dugaan ini diperkuat oleh hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal yang dilakukan oleh tim kepolisian. Petugas menemukan sejumlah barang bukti krusial, seperti selongsong berisi residu bubuk mesiu dan alat-alat yang diduga kuat digunakan untuk meracik petasan.
Kepala Seksi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, menjelaskan bahwa tim gabungan dari kepolisian setempat, Tim Jibom Den Gegana Satuan Brimob, serta Bidang Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur telah melakukan serangkaian tindakan. Mulai dari sterilisasi lokasi, olah TKP lanjutan, pengambilan sampel, hingga mengamankan total 18 barang bukti dari area kejadian.
Barang bukti yang berhasil diamankan mencakup alat pemadat, sumbu petasan, dan serpihan kertas yang masih mengandung sisa bubuk. Seluruh barang bukti tersebut kini tengah menjalani pengujian laboratorium secara intensif untuk memastikan komposisi kandungannya.
Hingga kini, Polres Malang bersama Polda Jawa Timur masih terus mendalami penyelidikan untuk mengungkap asal-usul bahan peledak yang menyebabkan insiden nahas ini. Peristiwa ledakan di rumah warga yang diduga dipicu oleh petasan ini terjadi pada Minggu malam, 24 Mei 2026, dan mengakibatkan enam orang anggota keluarga mengalami luka-luka.
Salah satu korban, Syamsul Arifin (26), mengalami luka bakar yang cukup parah, mencapai sekitar 60 persen. Ia saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar, Kota Malang.
Lima anggota keluarga lainnya yang juga menjadi korban adalah Yatin (52), Nur Vitaniyah (25), Malinda (15), Kenzi Alfaro (3), dan Febriansyah. Mereka dilaporkan mengalami luka ringan akibat ledakan tersebut. Insiden ini menambah daftar kejadian serupa, mengingat pada Sabtu, 23 Mei 2026, peristiwa serupa juga terjadi di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, yang sayangnya merenggut nyawa seorang penghuni berinisial S (48).
Menyikapi maraknya kejadian ini, AKP Bambang Subinanjar menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan upaya pencegahan. Patroli keamanan lingkungan ditingkatkan untuk meminimalkan potensi terulangnya peristiwa serupa.
Baca juga: Ribuan Orang Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Idul Adha
Pihak kepolisian juga mengimbau keras kepada seluruh masyarakat untuk tidak mencoba merakit atau menyimpan bahan petasan. Tindakan tersebut sangat berbahaya dan berpotensi besar menimbulkan korban jiwa serta kerugian materiil.





