Erupsi Gunung Semeru Disertai Awan Panas, Jarak Luncur Tak Pasti

oleh -4 Dilihat
Erupsi Gunung Semeru Disertai Awan Panas, Jarak Luncur Tak Pasti

KabarDermayu.com – Gunung Semeru dilaporkan mengalami erupsi yang disertai dengan luncuran awan panas guguran (APG) pada Rabu siang. Namun, jarak luncuran awan panas tersebut tidak dapat dipastikan karena kondisi kabut yang menyelimuti gunung berapi aktif ini.

Gunung Semeru sendiri berlokasi di perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur. Peristiwa ini menjadi perhatian serius terkait aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.

Sigit Rian Alfian, petugas dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, membenarkan adanya erupsi tersebut. Kejadian ini terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 23 mm dan durasi sekitar 3 menit 29 detik.

“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 11.22 WIB. Namun, tinggi kolom abu tidak dapat teramati karena tertutup kabut,” jelas Sigit dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang pada 27 Mei 2027.

Berdasarkan catatan petugas pos, Gunung Semeru telah mengalami erupsi sebanyak tujuh kali sejak dini hari, tepatnya pukul 00.14 WIB hingga pukul 11.22 WIB. Tinggi letusan yang tercatat bervariasi, mulai dari 600 meter hingga 800 meter di atas puncak gunung.

Erupsi yang terjadi kali ini berbentuk awan panas guguran. Sayangnya, jarak luncuran dari awan panas ini tidak dapat diidentifikasi secara pasti dikarenakan kondisi gunung yang diselimuti kabut tebal.

Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III, yang berarti Siaga. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Rekomendasi tersebut secara spesifik melarang masyarakat untuk melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara. Batasan ini berlaku di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak gunung yang merupakan pusat erupsi.

Lebih lanjut, di luar zona larangan utama tersebut, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan potensi bahaya perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga dilarang keras untuk beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru. Zona ini dianggap sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang bisa membahayakan keselamatan.

Masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak erupsi diminta untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya lainnya. Termasuk awan panas, guguran lava, dan aliran lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Baca juga: 2.639 Iklan Elektronik Ditake Down Kemendag: Aturan Baru

Perhatian khusus diberikan pada aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan juga menjadi perhatian penting.