KabarDermayu.com – Setelah Aston Villa berhasil menjuarai Liga Europa musim 2025/2026, perhatian sepak bola Eropa kini beralih ke partai puncak kompetisi kasta ketiga benua biru. UEFA dijadwalkan menggelar final Liga Conference yang mempertemukan wakil Inggris, Crystal Palace, dengan klub kejutan dari Spanyol, Rayo Vallecano.
Pertandingan penentu gelar juara ini akan dilangsungkan di Stadion Red Bull Arena, Leipzig, Jerman, pada Kamis (28/5) dini hari, tepatnya pukul 02.00 WIB. Kedua tim telah menunjukkan performa impresif untuk mencapai babak ini.
Crystal Palace, yang dijuluki The Eagles, memastikan diri melaju ke final setelah mengalahkan wakil Ukraina, Shakhtar Donetsk, dengan agregat telak 6-2 di semifinal. Sementara itu, Rayo Vallecano berhasil menyingkirkan wakil Prancis, Strasbourg, melalui kemenangan agregat tipis 2-0.
Kado Perpisahan dan Tiket Menuju Eropa
Bagi pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, pertandingan ini memiliki makna yang sangat penting. Pelatih asal Austria itu bertekad kuat untuk mengakhiri masa jabatannya di Selhurst Park dengan mempersembahkan trofi Liga Conference.
Gelar juara ini bukan hanya menjadi kado perpisahan yang manis, tetapi juga menjadi satu-satunya jalan bagi Palace untuk tampil di Liga Europa musim depan. Hal ini dikarenakan mereka gagal menembus zona Eropa melalui klasemen akhir Liga Inggris.
“Kemarin para pemain mengadakan perpisahan yang indah untuk saya, lalu saya mengatakan beberapa hal kepada mereka. Bagi saya, hal terbaik tentu memenangkan laga besok, tetapi bukan sekadar untuk menang, melainkan agar mereka bisa bermain di Liga Europa musim depan dan mendapatkan sesuatu yang seharusnya kami raih musim ini,” ungkap Glasner, seperti dikutip dari laman resmi UEFA.
Baca juga: Selebgram dan Anak Kepala Daerah Positif Narkoba di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
Jika berhasil meraih trofi ini, Palace akan menambahkan gelar ketiga di bawah kepemimpinan Glasner. Sebelumnya, mereka telah sukses mengamankan Piala FA, yang merupakan trofi mayor pertama dalam sejarah klub, serta Community Shield. Bagi Glasner, ini adalah final Eropa keduanya, setelah sebelumnya membawa Eintracht Frankfurt menjuarai Liga Europa pada musim 2021/2022.
“Saya bilang ingin menonton mereka di TV memulai Liga Europa dengan hasrat dan keyakinan bahwa mereka juga bisa memenangkannya. Itu akan membuat saya sangat bahagia, karena saya merasa kami telah menciptakan mentalitas bersama bahwa pada akhirnya semuanya akan sukses,” tambah pelatih berusia 51 tahun tersebut.
Ambisi Dongeng Indah Rayo Vallecano
Di sisi lain, Rayo Vallecano tidak datang ke Leipzig hanya untuk menjadi pelengkap. Pelatih mereka, Inigo Perez, berharap dongeng indah timnya di kompetisi Eropa musim ini dapat ditutup dengan kemenangan manis.
Perez, yang baru empat tahun berkarier di dunia kepelatihan dan ditunjuk sebagai pelatih kepala Rayo pada Februari 2024, membawa motivasi tinggi. Meskipun usianya tergolong muda untuk ukuran pelatih di final Eropa, yaitu 38 tahun, ia optimis.
“Langkah terakhir tentu saja ada di Leipzig sekarang, dan kami berharap kisah kami memiliki akhir yang bahagia,” tutur pelatih asal Spanyol tersebut.
Partai final di Red Bull Arena dini hari nanti diprediksi akan berlangsung ketat. Crystal Palace memiliki keunggulan dalam pengalaman kompetitif dan skuad yang haus akan pembuktian di kancah Eropa. Sementara itu, Rayo Vallecano membawa determinasi tinggi untuk mencatatkan nama mereka dalam sejarah sepak bola Spanyol.





