Tren Tenis dan Padel Panen Peluang Bisnis: Industri Berkembang Pesat

oleh -8 Dilihat
Tren Tenis dan Padel Panen Peluang Bisnis: Industri Berkembang Pesat

KabarDermayu.com – Perkembangan pesat olahraga tenis dan padel di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah membuka berbagai peluang bisnis yang signifikan. Peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga berbasis raket ini turut mendorong pertumbuhan di berbagai sektor, mulai dari perlengkapan olahraga, pakaian, sepatu, hingga layanan komunitas dan pengalaman bermain.

Fenomena ini terlihat jelas dari semakin banyaknya fasilitas olahraga tenis dan padel yang bermunculan. Selain itu, aktivitas komunitas olahraga ini juga semakin marak, seiring dengan munculnya berbagai inovasi dalam bisnis ritel olahraga.

Para pelaku industri kini tidak hanya berfokus pada penjualan produk semata. Mereka mulai mengintegrasikan penjualan dengan layanan konsultasi, penawaran pengalaman bermain yang unik, hingga penyelenggaraan kegiatan komunitas guna menjangkau konsumen secara lebih luas.

Salah satu pemain bisnis yang jeli melihat peluang ini adalah Metro Tennis Terminal. Perusahaan ritel perlengkapan olahraga raket ini semakin memperkuat posisinya sebagai Exclusive Tennis Retailer untuk On Indonesia. Hal ini dibuktikan melalui kegiatan “Serve & Social” yang sukses digelar di HQ Padel & Tennis, Pesanggrahan, pada 10 Mei lalu.

Acara tersebut dirancang untuk memperkenalkan produk terbaru, The Roger Pro 3, melalui pengalaman bermain langsung di lapangan. Para peserta tidak hanya berkesempatan menjajal produk, tetapi juga mengikuti sesi pelatihan (coaching), pengujian performa, demonstrasi raket (demo racket), hingga acara berkumpul bersama komunitas (community gathering).

Managing Director Metro Tennis Terminal, Dhananjay “Jay” Kuckreja, menekankan bahwa tren ritel olahraga saat ini telah bergeser. Fokusnya tidak lagi semata-mata pada transaksi penjualan. Menurutnya, masa depan ritel tenis terletak pada bagaimana pemain dapat memperoleh pengalaman yang lebih komprehensif.

“Kegiatan tersebut mencerminkan bagaimana kami melihat masa depan retail tenis, bukan hanya soal menjual produk, tetapi bagaimana pemain bisa mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap, dari demo racket, stringing, konsultasi, sampai memahami gear yang paling cocok dengan gaya bermain mereka,” ujar Jay, mengutip siaran pers pada Rabu, 27 Mei 2026.

Jay menambahkan, Metro Tennis Terminal akan terus berinvestasi dalam penyediaan demo racket terbaik, layanan stringing berkualitas, serta pengalaman ritel yang semakin personal. Tujuannya adalah agar para pemain merasa nyaman dan mendapatkan panduan yang tepat saat berkunjung, bukan sekadar untuk berbelanja.

Dalam acara tersebut, para peserta berkesempatan mencoba berbagai demo racket terbaru, termasuk model seperti Yonex MUSE, Yonex VCORE 2026, dan Babolat Pure Aero 2026. Penggunaan senar dari ReString juga menjadi bagian dari strategi untuk memberikan pengalaman uji coba dan pengaturan raket yang optimal.

Sesi pelatihan yang dipandu oleh pelatih dari Aspire Academy menambah nilai lebih pada acara tersebut. Pelatih-pelatih ini memiliki pengalaman internasional, bahkan salah satunya pernah menjadi rekan tanding Novak Djokovic dan memiliki rekam jejak sebagai pemain ATP Top 600.

CMO Metro Tennis Terminal, Michael Luhukay, menilai bahwa tren olahraga tenis saat ini tidak hanya berkembang sebagai arena kompetisi, tetapi juga telah merambah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Ia melihat tenis kini memasuki fase yang sangat menarik.

“Tenis sedang masuk ke fase yang sangat menarik. Ini bukan lagi hanya olahraga kompetitif, tetapi juga menjadi bagian dari lifestyle, networking, wellness, dan personal expression,” jelas Michael.

Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti “Serve & Social”, pihaknya berupaya mempertemukan para pegiat tenis yang sedang membentuk perkembangan scene tenis di Jakarta dalam sebuah pengalaman yang terkurasi dan bermakna. Hal ini sejalan dengan visi Metro Tennis Terminal untuk membangun ekosistem.

Ke depannya, Michael mengungkapkan bahwa perusahaan akan terus mengintegrasikan pendekatan ritel dengan keterlibatan komunitas (community engagement) dan pengalaman offline yang lebih premium. Fokusnya adalah membangun Metro Tennis Terminal bukan hanya sebagai toko, melainkan sebagai ekosistem merek untuk olahraga raket.

“Sebagai CMO, fokus saya adalah membangun Metro bukan hanya sebagai toko, tetapi sebagai ecosystem brand untuk racket sports. Produk tetap penting, tetapi cara orang mengalami produk itu jauh lebih penting,” tegasnya.

Metro Tennis Terminal sendiri merupakan pemain lama dalam industri perlengkapan olahraga raket, dengan sejarah berdiri sejak tahun 1977. Perusahaan ini menyediakan berbagai produk dan layanan untuk olahraga tenis, padel, dan pickleball. Portofolionya mencakup raket, sepatu, pakaian, aksesori, hingga layanan stringing dan konsultasi produk.

Baca juga: Golkar DKI Bagikan 117 Hewan Kurban, Zaki: Pererat Kepedulian Sosial

Sementara itu, On adalah merek performa asal Swiss yang dikenal melalui produk alas kaki, pakaian, dan perlengkapan performa. Kategori tenis menjadi salah satu fokus pengembangan mereka, yang salah satunya diwakili oleh produk The Roger Pro 3.