Kronologi Ledakan Petasan Balon Udara di Blitar: 1 Tewas, 2 Luka

oleh -8 Dilihat
Kronologi Ledakan Petasan Balon Udara di Blitar: 1 Tewas, 2 Luka

KabarDermayu.com – Sebuah insiden tragis terjadi di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, ketika sebuah balon udara yang digantungi petasan meledak. Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu pagi, saat warga tengah melaksanakan salat Idul Adha.

Akibat ledakan tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban bersama enam anak lainnya tengah bermain menerbangkan balon udara tanpa awak.

Balon udara tersebut diketahui digantungi dengan petasan. Saat korban berinisial I (23) sedang memegang petasan tersebut, tiba-tiba terjadi ledakan yang mengakibatkan luka pada dirinya dan dua anak di dekatnya.

Tiga korban dalam insiden ini adalah I (23), ADR (11), dan D (12). Ketiganya merupakan warga Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari. Suara dentuman keras dari ledakan tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar.

Warga yang mendengar segera bergegas menuju lokasi kejadian dan mendapati para korban dalam kondisi terluka. Kejadian ini pun segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Anggota kepolisian dari Polres Blitar langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi terhadap para korban. Selain itu, petugas juga segera melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti dan informasi awal.

Petugas gabungan dari SPKT dan Tim Inafis Satreskrim Polres Blitar bergerak cepat ke lokasi. Mereka melakukan olah TKP dan selanjutnya mengevakuasi para korban untuk segera dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi guna mendapatkan perawatan medis intensif.

Korban berinisial I mengalami luka yang sangat parah. Tangan kanannya putus hingga siku, serta mengalami luka bakar parah di wajah dan perutnya. Saat pertama kali ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri atau kritis.

Sayangnya, meskipun telah mendapatkan perawatan medis, korban I dinyatakan meninggal dunia setelah beberapa waktu berada di rumah sakit. Kabar duka ini menambah kesedihan atas insiden tersebut.

Sementara itu, korban kedua, ADR (11), mengalami luka lecet pada jari tangan kiri dan dagunya. Korban ketiga, D (12), juga mengalami luka lecet pada jari tangan kiri dan wajahnya.

Kondisi kedua korban anak tersebut dalam keadaan sadar saat perawatan. Namun, mereka tetap menjalani perawatan medis untuk memulihkan luka yang dideritanya.

“Korban atas nama I setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit dinyatakan meninggal dunia. Untuk dua korban lainnya masih mendapatkan perawatan di rumah sakit,” ujar Aiptu Muheni.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti terjadinya ledakan balon udara tersebut. Petugas juga aktif mengumpulkan keterangan dari para saksi yang ada di lokasi kejadian.

Melalui kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak bermain-main dengan petasan. Petasan merupakan benda yang sangat berbahaya dan dapat menimbulkan risiko serius.

Baca juga: BSN Salurkan 245 Hewan Kurban: Keberkahan Idul Adha

Penggunaan petasan tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan orang lain di sekitarnya. Kesadaran akan bahaya petasan perlu ditingkatkan demi mencegah terulangnya insiden serupa.