Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset, ITB Beri Tanggapan

oleh -5 Dilihat
Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset, ITB Beri Tanggapan

KabarDermayu.com – Jagat maya tengah diramaikan dengan isu dugaan pemalsuan riset oleh seorang peneliti Indonesia, Prihantini, beserta rekan-rekannya dalam sebuah forum ilmiah internasional. Kasus ini menjadi sorotan publik setelah muncul tudingan bahwa penelitian yang dipresentasikan diduga mengandung unsur penipuan atau manipulasi data untuk keuntungan pribadi, termasuk untuk mendapatkan kesempatan perjalanan ke luar negeri.

Menanggapi polemik tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Aep Patah, telah memberikan klarifikasi resmi mengenai status Prihantini.

Dalam keterangannya, Aep Patah menjelaskan bahwa Prihantini merupakan alumni Program Magister Matematika FMIPA ITB angkatan tahun 2020. Ia telah menyelesaikan studinya pada tahun 2022.

Baca juga: Babinsa Cikedung Jalin Silaturahmi Pasca Iduladha, Serap Aspirasi Warga

Namun demikian, pihak ITB menegaskan bahwa materi yang dipresentasikan oleh Prihantini dalam konferensi internasional tersebut tidak memiliki kaitan dengan tesis maupun aktivitas akademik yang dilakukannya selama menempuh pendidikan di ITB. Tesis yang disusun Prihantini saat menjalani studi magister di ITB berjudul “Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring”.

ITB juga menekankan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Prihantini merupakan tanggung jawab pribadi sebagai seorang individu. Oleh karena itu, apabila memang ada proses hukum yang ditempuh terkait dugaan manipulasi riset tersebut, pihak kampus menyatakan akan menghormati sepenuhnya langkah hukum yang berlaku.

“ITB menyatakan sikap bahwa tindakan Saudari Prihantini tersebut merupakan tindakan hukum sebagai seorang individu. Dengan demikian jika terdapat proses hukum atas tindakan tersebut, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud,” ujar Aep Patah.

Lebih lanjut, ITB menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat budaya akademik yang menjunjung tinggi integritas, etika penelitian, serta tanggung jawab ilmiah di lingkungan kampus. Komitmen ini penting untuk menjaga nama baik institusi dan dunia akademik secara keseluruhan.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kredibilitas riset dan integritas akademik. Hal ini terutama krusial di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kualitas penelitian dan reputasi institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

Laporan ini disusun oleh Cepi Kurnia dari tvOne Bandung.