Viktor Axelsen: Kesibukan Baru Mantan Raja Bulutangkis Dunia usai Gantung Raket

oleh -9 Dilihat
Viktor Axelsen: Kesibukan Baru Mantan Raja Bulutangkis Dunia usai Gantung Raket

KabarDermayu.com – Legenda bulu tangkis dunia, Viktor Axelsen, kini memasuki babak baru dalam kehidupannya setelah resmi pensiun dari dunia bulu tangkis profesional.

Nama besar Axelsen rupanya belum benar-benar menjauh dari sorotan publik. Mantan raja tunggal putra dunia itu justru mulai menapaki dunia baru yang jauh berbeda dari arena pertandingan, yaitu bisnis dan industri teknologi.

Momentum ini terlihat dalam rangkaian acara “Celebrating the Legacy of Viktor Axelsen” yang digelar oleh Monitor ERP di The Westin Jakarta, Minggu 24 Mei 2026.

Acara tersebut merupakan bagian dari tur regional eksklusif Monitor ERP di Asia Tenggara. Tujuannya adalah untuk merayakan perjalanan karier sang legenda Denmark, yang juga merupakan Brand Ambassador perusahaan penyedia solusi Enterprise Resource Planning (ERP) tersebut.

Jakarta menjadi kota pembuka sebelum rangkaian acara berlanjut ke Penang, Malaysia pada 26 Mei mendatang. Acara ini mempertemukan komunitas manufaktur, pelaku industri, mitra bisnis, hingga para pecinta bulu tangkis dalam satu panggung yang memadukan sportivitas dan inovasi industri.

Dalam sesi bincang santai, Viktor Axelsen berbicara terbuka mengenai kehidupannya setelah pensiun. Peraih dua medali emas Olimpiade itu mengaku kini lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, khususnya kedua putrinya.

“Ya, kehidupan harian saya masih cukup terstruktur. Saya mencoba menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan kedua putri saya sebisa mungkin,” kata Axelsen.

Meskipun sudah tidak lagi tampil di turnamen dunia, Axelsen tetap menjaga kebugarannya dengan rutin berlatih fisik setiap hari.

“Ketika saya tidak bersama mereka, saya mencoba mengantar mereka ke sekolah dan kemudian saya tetap melakukan latihan fisik,” sambungnya.

Axelsen resmi gantung raket pada April 2026 di usia 32 tahun. Cedera punggung kronis yang terus kambuh memaksanya mengambil keputusan besar untuk mengakhiri karier profesional lebih cepat.

Cedera tersebut bahkan membuatnya kesulitan tampil tanpa rasa sakit meski telah menjalani berbagai proses pemulihan. Pada akhirnya, kesehatan jangka panjang menjadi prioritas utama bagi sang legenda Denmark.

Walaupun sudah pensiun, Axelsen memastikan dirinya belum benar-benar meninggalkan dunia olahraga yang telah membesarkan namanya. Namun, ia juga mengaku belum tertarik mengikuti jalur kepelatihan seperti banyak mantan atlet lainnya.

“Saat ini belum ada dalam rencana untuk jadi pelatih. Saya tahu bahwa saya akan terlibat dalam olahraga ini dalam beberapa cara,” ujar Axelsen.

“Dalam peran apa dan bagaimana bentuknya, saya belum begitu yakin. Tapi saya tidak melihat diri saya mengambil jalur kepelatihan tradisional seperti sekarang ini,” lanjutnya.

Alih-alih menjadi pelatih, Axelsen kini mulai serius mengembangkan bisnis investasi dan manajemen risiko bersama rekannya yang memiliki latar belakang di bidang kecerdasan mesin dan analisis risiko.

“Saya memiliki bisnis dengan seorang teman yang membantu saya dalam investasi. Jadi kami menjalankan bisnis manajemen risiko dalam hal investasi. Ini sesuatu yang benar-benar berbeda dan saya sangat menikmatinya,” ungkap Axelsen.

Selain fokus mengembangkan bisnis pribadi, Axelsen juga masih aktif menjalankan berbagai kegiatan bersama sponsor yang selama ini mendukung perjalanan kariernya, seperti Monitor ERP, Yonex, dan HSBC.

Bagi Axelsen, hubungan dengan para sponsor bukan hanya soal kerja sama profesional semata. Ia merasa memiliki kesamaan nilai dalam cara menjalani kehidupan dan pekerjaan.

“Saya rasa dengan Monitor ERP, kami memiliki nilai-nilai yang sama dalam hal bagaimana kami menjalani kehidupan profesional dan juga kehidupan di luar bisnis dan performa,” katanya.

CEO Monitor ERP Asia Tenggara, Daniel Häggmark, menyebut kemitraan dengan Viktor Axelsen menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan untuk membangun kualitas dan inovasi jangka panjang di Asia Tenggara.

“Kemitraan kami dengan Viktor Axelsen mencerminkan komitmen jangka panjang Monitor ERP terhadap keunggulan. Nilai yang sama inilah yang setiap hari kami bawa untuk mendukung pertumbuhan komunitas manufaktur di Indonesia,” ujar Daniel.

Daniel juga menilai antusiasme besar penggemar Indonesia menunjukkan kedekatan emosional yang kuat antara Axelsen dan publik Tanah Air.

“Energi dan antusiasme yang kita saksikan hari ini di Jakarta menunjukkan betapa kuatnya koneksi Viktor dengan komunitasnya,” tuturnya.

Baca juga: Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tebak Juara Dapat Rp100 Juta

Kini, meski tak lagi tampil membawa raket di lapangan, Viktor Axelsen tetap melangkah maju. Bedanya, kali ini ia membangun warisan baru lewat dunia bisnis, keluarga, dan kolaborasi global yang terus berkembang setelah era kejayaannya di bulu tangkis berakhir.