Adu Jotos Pebulutangkis Thailand Mengerikan di Final Kanada Open

oleh -7 Dilihat
Adu Jotos Pebulutangkis Thailand Mengerikan di Final Kanada Open

KabarDermayu.com – Dalam dunia bulutangkis, insiden kekerasan antar pemain sangat jarang terjadi, berbeda dengan olahraga lain seperti sepak bola. Bulutangkis lebih dikenal dengan permainan teknik tinggi dan pukulan akurat. Namun, bukan berarti gesekan fisik tidak pernah mewarnai sejarah olahraga tepok bulu ini.

Salah satu kejadian paling mengejutkan adalah ketika dua pebulutangkis ganda putra asal Thailand terlibat dalam perkelahian sengit. Insiden memilukan ini melibatkan Bodin Isara dan Maneepong Jongjit, yang ternyata pernah menjadi rekan satu tim.

Menariknya, sebelum insiden perkelahian yang sulit dilerai tersebut, Bodin Isara dan Maneepong Jongjit pernah berpasangan di sektor ganda putra. Duet mereka bahkan berhasil menembus peringkat 7 dunia, menunjukkan potensi besar yang mereka miliki bersama.

Perkelahian yang berujung pada adu jotos ini terjadi pada partai final Canada Open 2013. Turnamen tersebut menampilkan all-Thailand final di sektor ganda putra, mempertemukan pasangan Maneepong Jongjit/Nipitphon Puangpuapech melawan Bodin Issara/Vilailak Pakkawat.

Sejak awal pertandingan, tensi di antara kedua pemain sudah memanas. Adu mulut terjadi, hingga akhirnya ucapan dari Maneepong memicu kemarahan besar Bodin Isara. Tanpa pikir panjang, Isara langsung menyerang rekannya sendiri.

Terungkap bahwa akar permasalahan perkelahian ini adalah saling lontarnya ucapan provokatif dan tindakan yang memicu emosi. Bodin Isara mengaku sangat geram dan kehilangan kesabaran menghadapi Maneepong Jongjit.

“Telinga saya dipukul dengan raket sampai berdarah dan robek. Saya kehilangan kesabaran. Saya meminta maaf kepada seluruh penduduk Thailand karena sudah memunculkan citra buruk pada negara,” ungkap Isara saat itu, menyesali perbuatannya.

Kekacauan yang terjadi membuat babak final terpaksa dibatalkan. Kedua pasangan pebulutangkis asal Thailand tersebut didiskualifikasi dari turnamen. Asosiasi Bulutangkis Thailand (BAT) segera bergerak cepat untuk menangani kasus ini dan memberikan sanksi kepada Bodin Isara dan Maneepong Jongjit.

Bodin Isara menerima hukuman yang jauh lebih berat, yaitu larangan bertanding selama dua tahun. Sementara itu, Maneepong Jongjit hanya dijatuhi hukuman tiga bulan.

Issara dikenai sanksi lebih berat karena dianggap melakukan serangan fisik terhadap Jongjit, yang notabene adalah mantan pasangan gandanya. Di sisi lain, Jongjit mendapat hukuman lebih ringan karena dinilai melakukan provokasi terhadap Issara sepanjang pertandingan.

Presiden BAT kala itu, Charoen Wattanasin, menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas insiden tersebut. “Apa yang sudah dibangun selama 60 tahun hancur karena kelakukan satu orang. Selama enampuluh tahun saya berkecimpung di bulu tangkis, saya belum pernah melihat kasus kekerasan seperti ini,” ujarnya.

Baca juga: PNM Mekaar: Pemberdayaan Jauhi Rentenir, Bantu Masyarakat Prasejahtera

Wattanasin menambahkan bahwa ia diminta untuk lebih memperhatikan kepentingan pemain. Namun, baginya, masalah ini bukan sekadar soal perasaan, melainkan menyangkut citra negara Thailand di kancah bulutangkis dunia.