KabarDermayu.com – Lion Parcel kembali berinovasi dalam memberikan kemudahan layanan pengiriman paket. Melalui peluncuran layanan terbarunya, Minipack, perusahaan logistik ini secara khusus menargetkan pengiriman paket berbobot ringan dengan tarif yang lebih bersahabat.
Layanan Minipack ini dirancang untuk paket dengan berat maksimal 300 gram. Keunggulan utamanya adalah tarif pengiriman yang tidak lagi mengikuti pembulatan tarif standar 1 kilogram, melainkan dihitung berdasarkan berat aktual paket.
Chief Marketing Officer (CMO) Lion Parcel, Kenny Kwanto, menjelaskan bahwa Minipack hadir sebagai solusi bagi masyarakat dan pelaku usaha yang sering mengirimkan barang ringan. Selama ini, pengiriman paket di bawah 1 kilogram seringkali dikenakan tarif minimum 1 kilogram.
Kondisi ini kerap menimbulkan rasa kurang adil bagi pelanggan, terutama bagi mereka yang rutin mengirimkan produk seperti dokumen, aksesori kecil, atau kosmetik. Biaya yang dikeluarkan terkadang dirasa tidak sepadan dengan berat paket yang sebenarnya.
“Banyak pelanggan mengungkapkan perasaan seolah harus ‘bayar angin’ karena tarif yang dibayarkan tidak mencerminkan berat aktual paket yang dikirim,” ujar Kenny dalam keterangan resminya pada Jumat, 5 Juni 2026.
Menjawab keluhan tersebut, Lion Parcel menghadirkan Minipack sebagai bentuk komitmen terhadap fair pricing. Pelanggan kini dapat mengirim paket ringan secara lebih efisien dan ekonomis tanpa perlu khawatir membayar ongkos lebih mahal dari berat sebenarnya.
Inovasi ini tidak mengorbankan kualitas layanan. Service Level Agreement (SLA) pengiriman Minipack tetap setara dengan layanan reguler Lion Parcel, memastikan paket tetap tiba tepat waktu.
Sebagai ilustrasi, pengiriman paket dari Jakarta ke Makassar dengan layanan reguler dikenakan tarif Rp 46.000 per kilogram. Dengan Minipack, biaya yang sama untuk paket hingga 300 gram hanya dikenakan Rp 23.000. Ini berarti penghematan hingga 50 persen, sebuah efisiensi yang juga berlaku untuk berbagai rute pengiriman lainnya di seluruh Indonesia.
Kenny menekankan kembali pemahaman Lion Parcel terhadap kebutuhan pelanggan. “Kami memahami bahwa setiap gram sangat berharga bagi pelanggan. Dalam berbagai interaksi dengan pelanggan, kami sering mendengar tantangan yang dihadapi ketika mereka harus membayar tarif 1 kg untuk paket yang sebenarnya sangat ringan, bahkan sebagian menyebutnya sebagai ‘bayar angin’,” tuturnya.
Melalui Minipack, Lion Parcel berupaya mewujudkan penetapan harga yang adil. Pelanggan hanya perlu membayar sesuai dengan kebutuhan pengiriman mereka. Layanan ini juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Akses terhadap layanan Minipack sangatlah mudah. Pelanggan dapat menemukannya melalui jaringan Agen Lion Parcel yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, layanan ini juga dapat diakses melalui aplikasi Lion Parcel.
Metode pembayaran yang ditawarkan pun beragam, termasuk Cash on Delivery (COD) dan COD Ongkir. Khusus untuk pengiriman dengan metode COD Ongkir, pelanggan berhak menikmati program Bayar Ongkir di Tempat, Gak Bayar Kalau Telat.
Dukungan jaringan agen yang luas ini memastikan pelanggan dapat mengakses layanan Minipack dengan lebih mudah di berbagai daerah di Indonesia. Layanan ini juga didukung oleh infrastruktur dan jaringan distribusi perusahaan yang luas di seluruh Indonesia.
Saat ini, Lion Parcel telah menjangkau 99 persen wilayah domestik. Perusahaan ini didukung oleh akses terhadap lebih dari 350 penerbangan Lion Group. Kapabilitas ini memungkinkan Lion Parcel untuk menjaga kualitas layanannya sekaligus memastikan paket pelanggan dapat dikirim secara optimal ke berbagai daerah.





