KabarDermayu.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh empat langkah strategis yang telah dirancang oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rangka penataan ulang program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dukungan ini disampaikan langsung oleh Menkes Budi saat menerima kunjungan dari Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang beserta dua Wakilnya, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, di Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam ini membahas secara mendalam mengenai upaya BGN untuk menampilkan wajah baru dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang memaparkan empat langkah utama yang akan diimplementasikan oleh pimpinan BGN yang baru.
Keempat langkah tersebut meliputi: pertama, melakukan refocusing atau pemfokusan ulang terhadap penerima manfaat program. Kedua, menerapkan moratorium atau penundaan pembangunan dapur baru. Ketiga, melakukan pembenahan terhadap dapur-dapur yang telah beroperasi. Dan keempat, menyusun skema baru pelaksanaan MBG, khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal).
Nanik secara spesifik meminta dukungan dari Kementerian Kesehatan terkait refocusing penerima manfaat. Hal ini dikarenakan fokus sasaran MBG ke depan adalah kelompok 3B, yaitu Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita.
Kelompok usia tersebut merupakan domain utama yang menjadi perhatian dan isu krusial bagi Kementerian Kesehatan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tidak hanya memberikan dukungan konseptual, tetapi juga siap mengerahkan sumber daya ahli dari Kementerian Kesehatan.
Beliau menegaskan bahwa pihaknya akan menyediakan para ahli kesehatan dan gizi anak terbaik untuk mendukung BGN dalam menyukseskan langkah-langkah strategis tersebut.
“Silakan siapa pun yang dipilih, kami menyiapkan yang terbaik, silakan Ibu yang memutuskan,” ujar Menteri Budi, menunjukkan komitmen penuhnya.
Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kehangatan. Kunjungan ini juga menjadi momen penting untuk memperkenalkan dua pimpinan baru BGN yang kini mendampingi Nanik dalam memimpin badan tersebut.
Nanik mengungkapkan rasa senangnya didampingi oleh seorang auditor keuangan yang memiliki pengalaman selama 36 tahun, serta seorang jenderal yang akan memberikan dukungan pengawalan.
Hal ini memperkuat keyakinannya bahwa kepemimpinan di BGN kini bersifat kolektif kolegial. Dirinya tidak akan mengambil keputusan penting tanpa persetujuan dari kedua wakilnya.
Menteri Kesehatan menyambut baik pengangkatan Nanik sebagai Kepala BGN, serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
“Bu Nanik sangat beruntung didampingi seorang auditor keuangan kawakan seperti Ibu Arum ini,” puji Menkes Budi, menyoroti kompetensi yang dibawa oleh para pimpinan baru BGN.
Dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan ini diharapkan dapat memperkuat implementasi program Makan Bergizi Gratis, yang sangat vital bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Kerja sama yang erat antara Kemenkes dan BGN menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi mempersiapkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045.
Nanik pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas apresiasi dan dukungan yang diberikan oleh Menteri Kesehatan dan seluruh jajaran Kemenkes.
“Ke depan, Insyaa Allah, kerja sama ini akan terus berlanjut dan semakin erat, dalam upaya mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045,” tutup Nanik dengan penuh optimisme.





