Prabowo Izinkan Panggilan ‘Kanda’ untuk Percepat Proses

oleh -11 Dilihat
Prabowo Izinkan Panggilan 'Kanda' untuk Percepat Proses

KabarDermayu.com – Ketua Dewan Kehormatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bahlil Lahadalia, melontarkan sebuah candaan yang cukup menarik perhatian di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam sebuah acara, Bahlil secara khusus meminta izin kepada Presiden Prabowo untuk dapat memanggilnya dengan sebutan ‘kanda’.

Pernyataan ini disampaikan oleh Bahlil pada saat acara Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII HIPMI yang diselenggarakan di Bandarlampung, Lampung, pada hari Rabu, 10 Juni 2026.

Sebelumnya, Bahlil sempat menyapa Ketua MPR RI, Ahmad Muzani. Ia mengungkapkan keinginannya untuk memanggil Muzani dengan sebutan ‘kanda’ agar tercipta suasana yang lebih akrab.

“Yang saya hormati Ketua MPR RI abang saya Bapak Ahmad Muzani mungkin biar lebih akrab kita panggil Kanda Ahmad Muzani,” ujar Bahlil saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Bahlil kemudian menjelaskan bahwa panggilan ‘kanda’ sebenarnya sudah dipelopori dan menjadi kebiasaan di dalam lingkungan HIPMI. Oleh karena itu, ia merasa pantas untuk meminta izin menggunakan panggilan yang sama untuk Presiden Prabowo.

“Tadi kita ada aspirasi, Pak, katanya panggilan kanda dinda itu sebenernya di Hipmi, Pak,” ungkap Bahlil.

“Kalau Bapak berkenan saya izin Bapak dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami juga ingin memanggil Kakanda Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tambahnya.

Setelah menyampaikan permohonan izinnya, Bahlil meminta persetujuan dari seluruh anggota HIPMI yang hadir untuk menggunakan panggilan ‘kanda’ kepada Presiden Prabowo. Seluruh anggota yang hadir pun menyambutnya dengan seruan setuju.

Bahlil menegaskan bahwa tujuan penggunaan panggilan ‘kanda’ ini adalah untuk menciptakan hubungan yang terasa lebih dekat dan akrab di antara mereka.

“Biar lebih dekat Pak, supaya olahannya cepat masuk,” jelas Bahlil yang kemudian disambut dengan riuh tepukan tangan dari anggota HIPMI.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto juga sempat menanggapi isu mengenai seringnya ia melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Ia menyatakan bahwa hal tersebut tidak perlu menjadi sorotan berlebihan.

Prabowo membandingkan dengan apa yang terjadi saat Presiden Jokowi jarang melakukan kunjungan ke luar negeri, yang justru juga disalahkan oleh sebagian pihak.

“Kalau saya sering keluar negeri kemudian disalahkan, tapi kalau Pak Jokowi jarang keluar negeri juga disalahkan,” ujar Prabowo.

Pernyataan ini disampaikan oleh Prabowo dalam sebuah acara yang sama, menegaskan bahwa setiap tindakan seorang pemimpin seringkali mendapatkan berbagai macam tanggapan dari publik.