Bitcoin Melonjak: AS-Iran Damai, Indodax Ungkap Pemicu Pasar Kripto Bangkit

oleh -27 Dilihat
Bitcoin Melonjak: AS-Iran Damai, Indodax Ungkap Pemicu Pasar Kripto Bangkit

KabarDermayu.com – Pasar aset kripto menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan seiring meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan awal yang dicapai kedua negara untuk mengakhiri konflik, ditambah dengan potensi pembukaan kembali Selat Hormuz, menjadi katalis positif yang mendorong investor kembali melirik aset berisiko tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Perkembangan positif ini telah memicu penguatan sejumlah aset digital utama dalam beberapa hari terakhir. Bitcoin, misalnya, sempat menembus level 65.900 dolar AS, sebuah pencapaian yang patut dicatat setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian global.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengungkapkan bahwa membaiknya sentimen global telah memberikan ruang yang cukup bagi investor untuk kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset dengan volatilitas tinggi.

Menurutnya, selama beberapa pekan terakhir, pasar cenderung bergerak dengan hati-hati karena dibayangi oleh risiko geopolitik di Timur Tengah. Namun, setelah muncul sinyal perdamaian antara Washington dan Teheran, minat terhadap aset kripto kembali meningkat secara substansial.

Bitcoin Kembali Menguat

Aloysia menjelaskan bahwa meredanya ketidakpastian global membuat investor mulai mengalihkan fokus mereka ke instrumen investasi yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi.

Kondisi ini sangat terlihat dari pergerakan Bitcoin yang mengalami penguatan signifikan dalam waktu yang relatif singkat.

“Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya,” ujar Aloysia dalam keterangan resminya pada Selasa, 16 Juni 2026.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pada Senin, 15 Juni 2026, Bitcoin diperdagangkan dalam kisaran 63.900 dolar AS hingga 65.900 dolar AS.

Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 2 persen dalam periode 24 jam terakhir. Tidak hanya itu, posisi Bitcoin juga tercatat hampir 8 persen lebih tinggi dibandingkan level terendahnya pada pekan sebelumnya yang sempat berada di bawah 60.900 dolar AS.

Aset Kripto Lain Ikut Menghijau

Pemulihan pasar tidak hanya terbatas pada Bitcoin. Sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar lainnya juga mencatatkan penguatan yang cukup signifikan.

Ethereum, misalnya, tercatat naik sekitar 5,1 persen hingga mencapai level 1.758 dolar AS.

Sementara itu, Solana menguat sekitar 6,6 persen dan diperdagangkan dalam kisaran 72,6 dolar AS.

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh XRP yang mengalami kenaikan sekitar 7,1 persen hingga menyentuh level 1,2 dolar AS.

Di antara aset digital utama lainnya, Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu yang mencatatkan lonjakan terbesar setelah menguat sekitar 11,6 persen ke level 67,8 dolar AS.

Kenaikan serentak sejumlah aset tersebut menjadi indikasi meningkatnya optimisme investor terhadap pasar kripto setelah tekanan geopolitik mulai berkurang.

Dampak Langsung Kesepakatan AS dan Iran

Menurut Aloysia, penguatan pasar kripto tidak dapat dilepaskan dari membaiknya sentimen risiko global pasca tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Setelah pengumuman kesepakatan tersebut, pasar keuangan global menunjukkan respons positif di berbagai sektor.

Harga minyak mentah Brent, misalnya, tercatat mengalami koreksi lebih dari 4 persen menuju kisaran 83 dolar AS per barel karena pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik.

Di saat yang sama, pasar saham Asia bergerak menguat, dan kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat menunjukkan tren positif.

Tekanan terhadap dolar AS juga mulai mereda, sehingga memberikan ruang bagi aset-aset berisiko untuk kembali menarik minat investor.

Kondisi ini menjadi kombinasi faktor yang mendukung pemulihan pasar kripto dalam jangka pendek.

Tren Positif Belum Sepenuhnya Aman

Meskipun sentimen pasar mulai membaik, Indodax mengingatkan bahwa keberlanjutan penguatan Bitcoin dan aset digital lainnya masih bergantung pada sejumlah faktor penting.

Aloysia menegaskan bahwa investor tidak seharusnya hanya berfokus pada satu sentimen, termasuk perkembangan geopolitik semata.

Menurutnya, terdapat sejumlah indikator lain yang akan menentukan arah pasar kripto dalam beberapa waktu ke depan.

Faktor-faktor tersebut meliputi arus dana institusional melalui ETF Bitcoin Spot, perkembangan regulasi aset digital, kebijakan moneter global, minat investor, serta kondisi likuiditas pasar.

“Oleh karena itu, kami melihat penting bagi investor untuk tetap memperhatikan perkembangan pasar secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu sentimen tertentu,” katanya.

ETF Bitcoin Jadi Sorotan Investor

Salah satu indikator yang saat ini menjadi perhatian utama para pelaku pasar adalah pergerakan dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat.

Menurut Aloysia, instrumen tersebut masih menjadi acuan penting untuk melihat tingkat kepercayaan investor institusional terhadap pasar kripto.

Dalam sepekan terakhir, ETF Bitcoin Spot mencatatkan arus dana keluar atau outflow sebesar 1,72 miliar dolar AS.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian investor institusional masih memilih bersikap hati-hati terhadap aset yang memiliki tingkat volatilitas tinggi.

Oleh karena itu, meskipun pasar kripto saat ini menikmati sentimen positif dari meredanya konflik AS dan Iran, arah pergerakan Bitcoin ke depan tetap akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor geopolitik, kebijakan ekonomi global, serta minat investor institusional terhadap aset digital.

Pemulihan yang terjadi saat ini menjadi sinyal positif bagi pasar, namun investor masih perlu mencermati berbagai perkembangan yang dapat memengaruhi pergerakan harga kripto dalam jangka pendek maupun menengah.