Perundingan Lebanon-Israel Berbeda dari Negosiasi AS-Iran

oleh -3 Dilihat
Perundingan Lebanon-Israel Berbeda dari Negosiasi AS-Iran

KabarDermayu.com – Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengonfirmasi bahwa perundingan antara negaranya dan Israel yang berlangsung di Washington D.C. berjalan secara terpisah dari negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang diadakan di Swiss.

Beliau menyatakan bahwa berbagai upaya terus dilakukan untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata di Lebanon selatan. Langkah selanjutnya yang diharapkan meliputi penarikan pasukan Israel, pengerahan tentara Lebanon, kembalinya para pengungsi, pembebasan tahanan, serta dimulainya upaya rekonstruksi.

Dalam pertemuan dengan delegasi Parlemen Inggris, Presiden Aoun menyampaikan bahwa penetapan zona percontohan masih dalam tahap pembahasan, sembari menunggu persetujuan dari pihak Israel.

Lebih lanjut, saat bertemu dengan delegasi kementerian luar negeri dan kementerian migrasi Belanda pada Selasa, 23 Juni 2026, Presiden Aoun menjelaskan bahwa negosiasi di Washington bertujuan untuk menciptakan landasan yang kuat bagi program yang jelas. Program ini diharapkan dapat memenuhi seluruh tuntutan Lebanon, sehingga membuka jalan menuju perdamaian yang sejati dan berkelanjutan.

Presiden Aoun menegaskan bahwa Lebanon telah mengambil kembali kendali atas kewenangan dan keputusannya. Ia menekankan pentingnya perundingan dilakukan secara mandiri demi kepentingan bangsa.

Pernyataan Presiden Aoun ini disampaikan setelah putaran terbaru negosiasi antara Lebanon dan Israel yang diselenggarakan di Washington D.C. pada Selasa. Perundingan ini merupakan bagian dari proses lanjutan setelah empat putaran sebelumnya yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan antara kedua negara.

Sebelumnya, pada Jumat, 19 Juni, Departemen Luar Negeri AS telah mengumumkan jadwal putaran baru negosiasi langsung antara Lebanon dan Israel yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada 23-25 Juni.

Pembicaraan ini terjadi setelah nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku pada Kamis, 18 Juni. Dokumen kesepahaman tersebut telah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Perjanjian antara AS dan Iran tersebut memuat ketentuan yang mengikat kedua belah pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.

Sebagai catatan, serangan Israel di Lebanon dilaporkan telah menyebabkan lebih dari 4.100 korban jiwa dan melukai lebih dari 12.000 orang lainnya sejak 2 Maret, berdasarkan data resmi Lebanon.

Israel juga diketahui masih menduduki sejumlah wilayah di selatan Lebanon. Sebagian dari wilayah tersebut telah diduduki selama puluhan tahun, sementara sebagian lainnya direbut selama periode perang pada tahun 2023-2024.