KabarDermayu.com – Isu keamanan global menjadi topik utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang diselenggarakan di Evian-les-Bains, Prancis, pada Rabu, 17 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan tegas mengenai Iran, sekaligus mengumumkan pergeseran fokus diplomasi Washington ke konflik Rusia-Ukraina.
Trump menekankan bahwa nota kesepahaman yang baru saja dicapai dengan Teheran bukanlah kesepakatan yang final. Ia menyatakan bahwa perjanjian tersebut dapat dibatalkan jika Iran dianggap tidak memenuhi komitmen yang telah disepakati.
Dalam sebuah sesi tanya jawab dengan para jurnalis di sela-sela KTT G7, Trump memperingatkan kemungkinan Amerika Serikat kembali melancarkan operasi militer jika Iran terbukti melanggar isi nota kesepahaman tersebut.
“Ini adalah sebuah nota kesepahaman. Dan jika saya tidak menyukainya, jika mereka tidak bersikap baik, kami akan segera kembali menjatuhkan bom tepat di tengah-tengah kepala mereka, oke?,” tegas Trump.
Trump juga memastikan bahwa kesepakatan awal dengan Iran tidak akan diikuti dengan pencabutan sanksi ekonomi dalam waktu dekat.
Meskipun proses diplomasi dengan Iran belum sepenuhnya tuntas, Trump memberikan sinyal bahwa pemerintahannya mulai mengalihkan perhatiannya. Fokus utama Gedung Putih kini diarahkan untuk mencari solusi atas perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun.
Di forum G7, Trump melaporkan adanya pembicaraan yang produktif dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia menegaskan kembali keinginannya untuk membantu mempercepat upaya penghentian perang yang masih berkecamuk di Eropa Timur.
“Sekarang setelah ini selesai, kami akan fokus pada hal itu,” ujar Trump saat pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Pernyataan ini disambut baik oleh sejumlah pemimpin Eropa. Selama ini, negara-negara Barat terus mendorong Amerika Serikat untuk tetap memainkan peran krusial dalam penyelesaian konflik tersebut dan tidak mengalihkan perhatiannya dari Ukraina.
Optimisme Trump muncul di tengah meningkatnya tekanan Ukraina terhadap Rusia melalui serangkaian serangan drone dan rudal jarak jauh. Operasi militer ini dilaporkan berhasil memberikan tekanan baru kepada Moskow sekaligus mengubah dinamika konflik di medan perang.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Rusia berjanji untuk meningkatkan intensitas serangannya terhadap Ukraina. Ancaman ini kemudian diwujudkan melalui sejumlah serangan yang dilaporkan menyebabkan korban jiwa dan kerusakan, termasuk insiden kebakaran di sebuah biara bersejarah.
KabarDermayu.com – Perang Berakhir? Trump dan Presiden Iran Tanda Tangani Kesepakatan Damai.
Rabu, 17 Juni 2026 waktu AS, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman atau MoU damai.





