Menciptakan Pendidikan yang Merata untuk Masa Depan yang Inklusif

oleh -5 Dilihat
Menciptakan Pendidikan yang Merata untuk Masa Depan yang Inklusif

KabarDermayu.com – Isu kesenjangan peluang kerja bagi kaum muda masih menjadi tantangan global yang signifikan. Meskipun ada kemajuan, data dari International Labour Organization (ILO) menunjukkan bahwa sekitar 65 juta anak muda di seluruh dunia belum mendapatkan pekerjaan.

Di Indonesia, angka pengangguran tercatat mencapai 7,26 juta jiwa per Februari 2025, menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Yang memprihatinkan, hampir separuh dari jumlah tersebut adalah anak muda, termasuk perempuan, yang menunjukkan tingginya angka pengangguran di kalangan generasi muda.

Menanggapi hal ini, Kepala Subkelompok Pengembangan Peserta Didik dan Karakter (PDPK) Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Fitrianti, S.IP., M.AP., NLP, menekankan pentingnya penyediaan akses pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik. Hal ini termasuk bagi mereka yang berkebutuhan khusus, seperti penyandang disabilitas.

Fitrianti menjelaskan bahwa literasi keuangan adalah salah satu keterampilan fundamental yang harus dimiliki generasi muda. Keterampilan ini sangat krusial untuk mendukung kemandirian mereka di masa depan. Melalui inisiatif seperti #SmartMoneyTalksABLE, diharapkan lebih banyak peserta didik dapat merasakan kesempatan belajar yang setara, relevan, dan berkualitas.

Program ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Tujuannya adalah untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan memberdayakan generasi muda agar dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Menyadari urgensi tersebut, Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) bekerja sama dengan YCAB Foundation menyelenggarakan sebuah lokakarya literasi keuangan inklusif. Acara ini ditujukan bagi para remaja, termasuk penyandang disabilitas fisik dari beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) di DKI Jakarta.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperluas akses terhadap pendidikan finansial. Pendidikan ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi kemandirian dan peningkatan kualitas hidup para peserta.

Country Head of Public Affairs Citi Indonesia, Hario Widyananto, menyoroti pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak. Kolaborasi ini diperlukan untuk membekali generasi muda dengan literasi keuangan yang memadai. Ia menyatakan kebanggaan Citi Indonesia dapat menyelenggarakan lokakarya ini.

Melalui lokakarya ini, Citi Indonesia berharap dapat membantu generasi muda, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, mengembangkan literasi keuangan mereka. Dengan demikian, mereka dapat berpartisipasi lebih luas dalam menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Chief Operating Officer YCAB Foundation, Linda Sukandar, menegaskan kembali pentingnya memastikan akses pembelajaran yang setara untuk seluruh generasi muda. Ini mencakup mereka yang menyandang disabilitas.

Linda berharap lokakarya ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan finansial yang dibutuhkan oleh remaja penyandang disabilitas. Keterampilan ini diharapkan dapat mendukung kemandirian mereka, sekaligus membangun kepercayaan diri untuk berkembang dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan ekonomi.